Keluarga Warga Binaan Ungkap Dugaan Pungli di Lapas Tanjungbalai

Selain diberikan makan satu sendok, ia juga mengaku keluarganya tersebut sering diberikan makan nasi tanpa lauk.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/Alif Al Qadri Harahap
Suasana Lapas Klas II B Tanjungbalai. 

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Keluarga warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tanjungbalai Asahan mengaku menjadi korban dugaan pungutan liar (pungli) di tubuh Lapas Tanjungbalai.

Iwan, melalui jaringan telepon mengaku kepada Tribun Medan, banyaknya dugaan pungli tersebut dilakukan oleh petugas yang diduga bertujuan meraup keuntungan pribadi.

Katanya, keluarganya kerap mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi di Lapas Tanjungbalai dengan hanya diberi makan satu sendok.

"Kami selalu dapat informasi dari dia setiap berkunjung. Dikasih makan hanya satu sendok setiap jam makan. Tujuannya apa? Supaya para napi bisa pesan katering dengan harga mahal di internal penjara itu," ujar Iwan dengan nada yang tinggi kepada Tribun Medan, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Lapas Kelas 1 Medan Gelar Panen Raya, Hasilnya Disalurkan untuk Korban Bencana & Masyarakat Sekitar

Selain diberikan makan satu sendok, ia juga mengaku keluarganya tersebut sering diberikan makan nasi tanpa lauk.

Parahnya lagi, menurut pengakuannya, apabila keluarga yang membawa makanan dari luar lapas dan melebihi satu kilogram, maka keluarga diduga diminta untuk membayar Rp 40 ribu.

"Bukan itu aja, ruang kurungan penjara yang sangat padat, hingga berdesak-desakan, sehingga memaksa para penghuni tidur dengan ayunan. Bahkan, ayunannya juga dijual di dalam," kesalnya.

"Jadi tidur di ayunan itu semacam kewajiban, supaya ayunan yang dijual didalam Lapas itu laku," tambahnya.

Hal ini sangat disayangkan oleh pihaknya, terlebih lapas merupakan tempat pembinaan bagi masyarakat yang bermasalah dengan hukum.

"Kami mohon bukan hanya atas nama keluarga saya yang ada di dalam, saya meminta agar ada evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah. Sebab, ini merupakan nasib hidup warga binaan lainnya. Mereka manusia, dan mereka bukan objek bisnis," harapnya.

Kepala kesatuan pengamanan lembaga pemasyarakatan (KPLP) Lapas Tanjungbalai, Trisno Tarigan saat dikonfirmasi Tribun Medan, mengaku akan melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.

"Terima kasih infonya, coba kita selidiki dulu," kata KPLP Lapas Tanjungbalai, Trisno Tarigan melalui jaringan pesan singkat WhatsApp.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved