Berita Viral
BERTAMBAH Pejabat Imigrasi Batam Terseret Pungli WNA, Empat Orang Dicopot
Daftar pejabat Imigrasi Kelas I TPI Batam yang terseret kasus pungli WNA bertambah lagi.
TRIBUN-MEDAN.com - Bola panas pungutan liar (pungli) terhadap warga negara asing (WNA) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terus bergerak liar.
Daftar pejabat Imigrasi Kelas I TPI Batam yang terseret pun bertambah lagi.
Kasus ini mencuat setelah viralnya pemberitaan media di Singapura tentang curhat WNA yang kena pungli oknum imigrasi di Pelabuhan Internasional Batam Center.
Awalnya Direktorat Jenderal Imigrasi mencopot JS, yang menjabat sebagai asisten supervisor di Pelabuhan Internasional Batam Center.
Kini jumlah pejabat yang dicopot sebanyak empat orang.
"Semua merupakan keputusan dari pusat, dalam membenahi organisasi. Pimpinan di pusat sungguh-sungguh dalam menjalankan kebijakan ini," kata Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (3/4/2026).
Keempat pejabat yang dicopot sementara adalah Kepala Kantor Imigrasi Batam Hajar Aswad, serta pejabat di tingkat kepala bidang, kepala seksi, dan supervisor.
Baca juga: KPK Ultimatim Bos Rokok HS Mangkir dari Panggilan Pemeriksaan, Kasus Suap Pejabat Bea Cukai
Ujo menjelaskan, pencopotan tersebut bersifat sementara karena para pejabat ditarik untuk penugasan di pusat.
"Hanya bersifat sementara karena mereka ditarik untuk penugasan di pusat. Selain itu mereka juga akan menjalani pemeriksaan oleh Kepatuhan Internal Ditjen Imigrasi," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk sementara koordinasi organisasi diambil alih oleh Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau hingga ada keputusan lebih lanjut.
Viral Dimuat Media Singapura
Kasus ini mencuat setelah viral pengakuan warga negara asing asal Singapura berinisial AC dan NAY yang juga dimuat di media Singapura.
Dugaan pungli dilakukan oleh petugas berinisial JS yang bertugas di Pelabuhan Internasional Batam Center.
Berdasarkan data penumpang dan rekaman CCTV pada 14 Maret 2026, korban NAY sempat diminta menunggu hingga dua jam sebelum didekati pria diduga calo berinisial AS.
AS kemudian menawarkan bantuan untuk mempercepat proses pemeriksaan.
Setelah berkomunikasi, AS menemui JS untuk membantu mempercepat proses masuk ke Indonesia.
| Terjadi Lagi, Aktivis Disiram Air Keras Diduga Kritik Tambang, Ahmad Sahroni: Besok Siapa lagi |
|
|---|
| Siap-siap Kena Sanksi bagi PNS/ASN Ketahuan Keluyuran saat WFH, Bisa Turun Pangkat |
|
|---|
| Profil Tri Indah R atau Key Indah Viral, Pose Ngangkang Jadi Bahasan Soal VCS Suami Clara Shinta |
|
|---|
| Sosok Edo Pratama Sopir Truk Tewas Ditikam Pengawas SPBU, Baru 2 Bulan Nikah, Dipicu Masalah Sepele |
|
|---|
| Andrie Yunus Berhak Tolak Proses Peradilan Militer, Massa Aksi Kamisan Tuntut Bentuk TGPF |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-suap-korupsi.jpg)