Banjir dan Longsor di Tapteng

Anak-anak Pengungsian Banjir Tapteng Mulai Terserang Penyakit Gatal-Gatal, Demam, Bapil dan Diare

Setelah tiga minggu pasca banjir dan longsor menyerang Kabupaten Tapanuli Tengah, kini, banyak anak-anak penyintas banjir .

|
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
KORBAN BANJIR - Kondisi suasana posko tempat pengungsian penyintas banjir di Simpang Kelurahan Sipange-Hutanabolon, Tukka, Tapteng, Selasa (16/12/2025). Anak-anak penyintas banjir mulai terserang wabah penyakit gatal-gatal, bapil, demam dan diare. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Setelah tiga minggu pasca banjir dan longsor menyerang Kabupaten Tapanuli Tengah, kini, banyak anak-anak penyintas banjir yang terserang penyakit gatal-gatal, demam dan bapil.

Hal ini dialami oleh anak anak penyintas banjir bukan hanya di tempat pengungsian melainkan di permukiman warga. 

Berdasarkan keluhan berbagai orang tua penyintas banjir, anak-anak mereka mulai mengalami gatal-gatal, batuk, pilek dan demam. 

Misalnya saja, penyakit gatal-gatal yang dialami penyintas banjir  Kiara Ritonga (1,5 tahun).  
Hampir di seluruh bagian kakinya mengalami benjolan-benjolan kecil yang berisi air.  Selain itu batuk dan pilek pun ia rasakan. 
Kodisi badannya yang kurang membaik membuat, sang ibu  Iin Sihombing (29) khawatir. 

"Inilah gatal-gatal sama bapil. Tapi udah parah kali keknya gatal-gatal di kaki anakku ini. Jadi nangis terus, rewel lah. Inilah mau dibawa berobat. Kemarin sudah berobat tapi enggak mempan juga," ucap warga Jalan Simpang  Fransiskus, Kabupaten Tapteng. 

Diakuinya, anaknya itu, baru mengalami gatal-gatal 3 hari ke belakang. Dan memang rumahnya sempat mengalami banjir. 

"Baru tiga hari ini gatalnya. Tapi hari ketiga, langsung banyak benjolan ini.  Kayaknya alergi air. Karena sulit dapat air bersih. Rumah kami banjir, tapi gak parah kali. Kami juga mengungsi sehari di sini (Gereja tempat keluarganya)," ucapnya. 

Hal senada juga disampaikan Syarifah warga Kelurahan Sibuluan Indah Kecamatan Pandan. Diakui Syarifah anaknya yang berusia 4 Tahun mulai mengalami gatal-gatal. 

"Sudah seminggu ini gatal-gatal. Memang kami masih mengungsi di Masjid Al-Musannif Syariful Hasanah sampai hari ini,"jelasnya. 

Dikatakannya, anaknya mulai mengalami gatal-gatal, karena selama 3 minggu hanya makan mie dan telur saja.

"Anak alergi mie dan telur. Tapi cuman itu makanan yang ada. Sementara rumah kami masih penuh lumpur belum bisa dibersihkan karena air belum hidup. Inilah mau berobat ke Posko di Gor Pandan katanya ada pengobatan gratis di sana," jelasnya.

Menurutnya, ia bersama suami memutuskan mengungsi di Masjid, karena sudah terlalu ramai Pengungsian di Gor.

"Ramai kali di sana, sementara rumah kami juga dekat dengan masjid ini. Makanya kami di sini. Mudah-mudahan cuman gatal-gatal ajalah penyakit anakku. Kalau bapil  dan demam sudah juga cuman udah sembuh. Inilah gatal-gatal lagi," ucapnya.  

Begitupun dengan  anak-anak penyintas banjir di Posko Pengungsian Simpang Kelurahan Sipange-Hutanabolon. Hampir seluruh anak-anak di sana mengalami Bapil dan gatal-gatal.

Misalnya saja, pengungsi penyintas banjir Melur.  Diakuinya ketiga anaknya mengalami gatal-gatal.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved