Sumut Terkini

Tim Sukses Wali Kota Binjai Menangis saat Bangunan Liar Miliknya Dibongkar dan Merasa Dizalimi

Usaha pangkas yang ditekuni Devi selama ini untuk kebutuhan hidup dan memperjuangkan nasib anaknya yang masih sekolah. 

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
BANGUNAN LIAR - Devi warga Rambung Dalam, menangis saat personel gabungan membongkar bangunan liar miliknya di Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, Selasa (7/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI- Pembongkaran puluhan bangunan liar di Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai, Sumatera Utara, berjalan kondusif pada, Selasa (7/4/2026). 

Meski berjalan kondusif, tangis Devi warga Rambung Dalam, sekaligus salahsatu pemilik bangunan liar pecah saat diwawancarai wartawan. 

Amatan wartawan, wanita yang mengaku tim sukses Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, bolak-balik memantau proses pembongkaran bangunan. 

Bahkan Devi berulang kali merekam video dengan ponselnya, saat personel gabungan membongkar bangunan liar yang selama ini dipakainya untuk menjalankan usaha pangkas. 

"Terbuka ya Pak Amir (wali kota), saya tim sukses Pak Amir yang bapak janjikan untuk memperjuangkan hak kami. Saya pedagang kecil Pak Amir, janji bapak mana untuk memperjuangkan kami," ujar Devi sambil nangis sesenggukan. 

Lanjut Devi, ia mempunyai dua orang anak yang masih harus dibiayai untuk sekolah. 

"Nyatanya bapak membohongi saya. Kami kecewa dengan bapak, terus terang kecewa, dan saya sedih pak. Kenapa kami pedagang kaki lima yang bapak janjikan hak kami untuk bisa berjualan, membiayai anak-anak kami, nyatanya nihil. Janji itu bohong ya pak, bohong," teriak Devi. 

Usaha pangkas yang ditekuni Devi selama ini untuk kebutuhan hidup dan memperjuangkan nasib anaknya yang masih sekolah. 

"Janji Pak Amir untuk memperjuangkan hak pedagang kaki lima, ternyata bohong," kata Devi. 

Gitupun Devi mengaku, ia menjalankan usaha pangkasnya sudah selama 10 tahun.

Devi menegaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai belum ada menyampaikan rencana relokasi untuk pedagang yang bangunannya dibongkar. 

"Tidak ada disampaikan ke kami rencana untuk direlokasi. Kalaupun mau digusur, kasih lah kami tempat yang layak. Ternyata dibiarkan gini aja. Apa gak sedih. Memang ada surat pemberitahuan mau dibongkar, tapi tempatnya tidak disediakan," ucap Devi. 

Kemudian kekecewaan yang sama juga diungkapkan oleh pedagang Bunda Nasi Goreng. 

"Saya sudah 30 tahun berjualan di sini. Cuma kita maunya dikumpulkan dulu, kompromi, jangan sepihak seperti ini, bagaimana solusinya. Ini enggak, cuma iming-iming aja," ujar Bunda.

"Hari dibongkar, teruskan belakangan hari baru dikasih tempat. Mana dikasih tempat kalau udah seperti ini. Di sini banyak yang cari makan, ada yang bapaknya udah stroke. Di zalimi ini kami, adanya itu nanti bala untuk yang menzalimi," tambahnya. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved