Banjir dan Longsor di Sumut

MOMEN Seorang Wanita Bernama Marlina Menangis di Hadapan Presiden Prabowo, Berikut Permintaannya

Presiden Prabowo Subianto meninjau korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada Sabtu (13/12/2025).

|
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
TANGIS MARLINA DI HADAPAN PRABOWO: Seorang perempuan bernama Sri Marlina, warga Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menangis saat menyampaikan harapannya kepada Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (13/12/2025). (TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid) 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Langkat.
  • Seorang ibu bernama Sri Marlina Menangis di hadapan Presiden Prabowo.
  • Sri mengatakan, banjir bandang yang merendam Desa Pekubuan sudah berlangsung lebih dari setengah bulan, sejak Rabu (26/11/2025) lalu.
  • Sri minta kepada Presiden Prabowo agar benteng di desanya diperbaiki.

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Prabowo Subianto meninjau korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada Sabtu (13/12/2025).

Salah satu Desa Pekubuan di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang dikunjungi Prabowo.

Saat bertemu dengan warga korban bencana, di lokasi pengungsian di MAN 1 Langkat, mereka tidak banyak mengajukan permintaan.

Warga hanya memohon kepada Presiden agar segera dilakukan perbaikan pada benteng penahan air yang rusak.

"Pak Prabowo, kami minta benteng kami dibetulkan. Kami kebanjiran, Pak. Terendam dalam sekali rumah kami, Pak. Kami tidak minta apa-apa, Pak. Kami hanya minta benteng kami saja diperbaiki, Pak," kata Sri Marlina, warga Desa Pekubuan, sambil menangis tersedu.

TANGIS MARLINA - Sri Marlina warga Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat menyampaikan harapannya kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Sabtu (13/12/2025).
TANGIS MARLINA DI HADAPAN PRABOWO - Sri Marlina warga Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, saat menyampaikan harapannya kepada Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, Sabtu (13/12/2025). (TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid)

Sri menceritakan, banjir yang merendam Desa Pekubuan sudah berlangsung lebih dari setengah bulan, sejak Rabu (26/11/2025) lalu.

"Setiap tahun kami mengalami banjir, Pak. Biasanya sampai empat bulan baru surut. Tapi tahun ini yang paling parah, Pak. Kami sampai tidur di atas asbes. Tolong bantu lah kami, Pak," pinta Sri.

Ia menambahkan, pada saat banjir melanda, debit air sempat mencapai seleher orang dewasa di luar rumah. "Kondisi air di dalam rumah sedengkul, dan di jalan masih sepinggang," katanya.

Sri juga menegaskan, ia dan warga lainnya mendukung penuh Presiden.

"Untuk Pak Prabowo, kami mendukung Bapak dari awal sampai akhir. Kami tidak mengungsi, kami menunggu bantuan datang, tidak pernah minta-minta. Kalau pun saya minta di luar, tidak pernah dapat," tambahnya.

PRABOWO KE LANGKAT: Presiden Prabowo Subianto berbicara kepada awak media setelah meninjau korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (13/12/2025). Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menertibkan pembalakan liar atau penebangan pohon secara ilegal sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden)
PRABOWO KE LANGKAT: Presiden Prabowo Subianto berbicara kepada awak media setelah meninjau korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (13/12/2025). Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menertibkan pembalakan liar atau penebangan pohon secara ilegal sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden)

Kunjungan Singkat dan Harapan Warga Lain

Presiden Prabowo bersama rombongan mengunjungi pengungsi di MAN 1 Langkat selama sekitar 30 menit.

Sepanjang jalan menuju lokasi, Prabowo sempat berdiri dari dalam mobil untuk menyapa masyarakat yang berjejer. 

Setibanya di lokasi, ia menyalami satu per satu warga yang menunggu di luar pagar.

Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiyono, Menteri PUPR Dody Hanggodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Seskab Letkol Inf Tedy Indra Wijaya, Gubernur Sumut Bobby Nasution, dan Bupati Langkat Syah Afandin.

Sementara itu, Rohadi, warga Dusun VIII, Desa Pekubuan, juga menyampaikan keluhan bahwa Desa Pekubuan selalu menjadi langganan banjir.

"Harapan kami ke Bapak Presiden, agar Desa Pekubuan ini diperhatikan dan dibenahi. Pertama masalahnya pintu air yang tidak memadai. Air yang masuk dan keluar tidak seberapa lah gitu. Kemudian sungainya juga sudah dangkal," sambung Rohadi.

Baca juga: 3 Utang Janji Bahlil ke Korban Banjir Bandang di Garoga, Baru Satu yang Terbayar Lunas

Baca juga: Minggu Lalu, Bahlil Janji Akan Berikan Bantuan 250 Tenda ke Desa Garoga, Tapi hingga Kini Belum Ada

Muak dengan Janji Pemda dan Kondisi Darurat

Menurut Rohadi, kondisi di Kecamatan Tanjung Pura masih parah.

Meskipun banjir sudah berlangsung selama 20 hari dan mencapai hampir sebulan, masih ada daerah yang belum bisa ditempati.

"Kalau janji mau diperbaiki sudah muak lah, hanya janji-janji saja. Di Desa Pekubuan ini banjirnya mencapai 2 meter," ucap Rohadi.

Ia menyebutkan, kondisi tinggi debit air saat ini masih sedengkul orang dewasa, namun air sudah berwarna menghitam dan berbau busuk.

Masyarakat juga sudah banyak yang mengalami gangguan kesehatan, seperti gatal-gatal dan demam.

"Ada juga bidan-bidan yang masuk memberikan perawatan dan obat-obatan. Sementara ini bantuan banyak dari luar-luar, kalau dari pemerintah kami belum merasakan," kata Rohadi.

Baca juga: Prabowo Temui Korban Bencana Banjir Bandang di Langkat Sumut, Janji Tertibkan Pembalakan Hutan

Baca juga: PRABOWO Akui Sulit Perbaiki Listrik di Aceh, Butuh Waktu Seminggu Lagi: Tapi Jangan Terlalu Berharap

Janji Akan Tertibkan Pembalakan Hutan

Dalam kunjungannya ini, Presiden Prabowo menyatakan pemerintah akan menertibkan pembalakan liar atau penebangan pohon secara ilegal. Hal itu sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Awalnya, Prabowo mengaku mendapat sambutan baik dari para warga, dan ia mengungkap akan mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan perumahan para korban. Menurutnya, para korban tegar dan sabar dalam menghadapi bencana tersebut.

"Saya rasa warga tegar, sabar," kata Prabowo kepada wartawan, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden RI.

"Saya disambut dengan sangat baik dan kita sudah rencanakan alokasi perumahan dan sebagainya ya,"sambungnya.

Lantas, Kepala Negara menjelaskan akan menertibkan pembalakan liar. 

Adapun dugaan pembalakan liar telah disebut-sebut sebagai salah satu penyebab banjir bandang di Sumatra, terlebih dengan adanya ribuan meter kubik gelondongan kayu yang terbawa arus air bercampur lumpur.

"Justru, saya mau tertibkan semua itu ya. Pembalakan liar akan kita tertibkan. Sudah kita mulai tertibkan ya," tegas Prabowo.

PRESIDEN PRABOWO KE LANGKAT
PRABOWO KE LANGKAT: Presiden Prabowo Subianto berbicara kepada awak media setelah meninjau korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Sabtu (13/12/2025). Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan menertibkan pembalakan liar atau penebangan pohon secara ilegal sebagai respon atas bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatra, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, saat mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat (12/12/2025) kemarin, Presiden Prabowo melihat langsung gelondongan kayu yang terbawa saat banjir bandang.

Didampingi Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), Prabowo sempat berjalan ke sebuah jembatan dan mengecek gelondongan-gelondongan kayu beraneka ukuran yang menumpuk. Momen ini pun diunggah di kanal YouTube Prabowo Subianto, Jumat.

Tetap Berupaya Keras dalam Penanganan Pasca-Bencana

Masih dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menjelaskan penanganan pasca-bencana oleh pemerintah dan mengungkap kondisi para pengungsi. Menurutnya, penanganan dari pemerintah memang ada sedikit keterlambatan. Namun, kondisi pengungsi tetap baik, dan makanan terjamin.

"Cek terus di sana sini, memang keadaan keadaan alam, keadaan fisik. Ada keterlambatan sedikit, tapi saya cek semua ke tempat pengungsi, kondisi mereka baik, pelayanan kepada mereka baik, suplai pangan cukup," ujar Prabowo kepada awak media.

Ia lantas menyebut pemerintah terus berupaya untuk membuka akses jalan di wilayah yang masih terisolasi, seperti Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. 

Lalu, Prabowo menjelaskan bahwa jembatan di Kabupaten Bener Meriah, Aceh sudah berfungsi, dan akses ke Kabupaten Aceh Tamiang mulai bisa ditembus.

"Di tempat yang paling terisolasi Takengon, kita kerja keras terus untuk membuka jalan. Di Bener Meriah, juga saya kira jembatan sudah berfungsi ya kemarin," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved