Banjir dan Longsor di Tapteng

Evakuasi 7 Korban Longsor di Bair Lamban, Keluarga Desak Pemkab Tapteng Turunkan Alat Berat

Menurutnya, ia baru mendapatkan informasi adanya 7 korban yang tertimbun longsor sejak 5 hari lalu. 

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Anisa Rahmadani
Tim Gabungan sedang melakukan pencarian  jasad korban bencana banjir dan longsor di Desa Bair Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapteng,Senin (8/12/2025).  Keluarga korban mengeluh karena  alat berat lambat diturunkan. 

TRIBUN-MEDAM.COM,MEDAN- Warga Desa Bair Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah merasa kecewa karena sudah 13 hari kejadian banjir dan longsor, baru lima hari Tim Gabungan melakukan pencarian terhadap tujuh korban yang 4 diantaranya masih belum ditemukan hingga hari ini, Senin (8/12/2025)   

Itupun, Tim gabungan yang datang merupakan Tim Sar, dan Anjing Pelacak serta relawan medis dari Jakarta bukan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah 

Hal itu diketahui Tribun Medan saat mewawancarai satu diatara tim Medis Rombongan Tim SRU 3 Abdul Latif. 

Menurutnya, ia baru mendapatkan informasi adanya 7 korban yang tertimbun longsor sejak 5 hari lalu. 

"Kami sudah berada di Desa Aloban Bair 13 hari. Namun kita baru dapat info 5 hari ke belakang. Ada korban bencana. Ini hari kelima kita lakukan pencarian," jelasnya saat ditemui Tribun Medan dilokasi bencana, Senin (8/12/2025).

Awalnya, kata Abdul, ada warga yan menyampaikan ke kami adanya warga yang tertimbun longsor, makanya pada Hari Sabtu, pihaknya lakukan evakuasi.

"Jadi warga sini informasiin ke kami. Kami lalu sampaikan ke tim sar. Bisa dikatakan telat," jelasnya.

Namun setelah mengetahui ada korban ia bersam timnya melakukan pencarian. Dan pada hari ketiga pencarian, ditemukan 3 korban.

"Total ada empat korban. Hari ini ada Anjing pelacak dari petugas gabungan. Kemarin ibaru tim kami. Kami mencari jasad korban berdasarkan informasi warga melihat terakhir saja,"katanya 

Dijelaskannya, evakuasi korban ke bawah juga cukup sulit. Sebab medann terjal yang dilewati cukup sulit.

"Karena situasi yang kita tempuh, titik ada dirumahnya ketika kejadian makaa setelah dilihat di asesment diselamatkan untuk diambil jasadnya," ucapnya.

Namun ada yang cukup haru, pada saat menemukan jenazah tersebut. 

"Ini yang di lokasi yang kita kerjakan bersama disitu posisinya ada suami istri saling berpelukan berlindung di rumah sendiri," jelasnya.

Memang, seharusnya butuh alat berat untuk pencarian jenazah tersebut.

"Jalur susah untuk mengangkatnya ekstra luar basa kita kerahkan timsar dan relawan untuk ditandu," jelasnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved