Banjir dan Longsor di Tapteng

Kepedihan Elisabet Hutabarat, 13 Hari Cari Jasad Ayah dan Abangnya yang Tertimbun Longsor di Tapteng

Sambil memegang ranting kayu di tangan sebelah kanannya, Elisabet seperti mencungkil-cungkil tanah merah bekas longsor.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
Elisabet Hutabarat (20) seorang perawat lansia yang mencari keberadaan jasad ayah dan abangnya tertimbun longsor di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (8/12/2025). Sudah 2 pekan sejak 24 November, keduanya tidak ditemukan. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Duduk di atas batu bekas bencana longsor dan banjir bandang, di Desa Bair, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Elisabet Hutabarat (20) tampak termenung.

Pikiran dan tatapannya terlihat kosong diantara keramaian.

Sambil memegang ranting kayu di tangan sebelah kanannya, Elisabet seperti mencungkil-cungkil tanah merah bekas longsor.

Ia terus memandangi ke arah belasan orang tim gabungan pencari korban hilang akibat bencana.

Matanya terus mengawasi ke arah tumpukan kayu, tanah yang digali oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Polisi dan TNI di lokasi.

Baca juga: SOSOK Mustoha Iskandar Ketua Angkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM, Bantah Klaim Profesor UNJ

Sesekali ia berdiri, melihat ke arah rim pencari korban tewas dengan harap-harap cemas.

Tak lama kemudian, seorang petugas berteriak menemukan sebuah kursi roda.

Yang awalnya duduk, Elisabet langsung berdiri dan mendekat ke arah petugas.

Air matanya pun tak dapat terbendung lagi. Ia menangis sambil sesekali menyeka matanya.

Disampingnya, ibunya yang juga menangis berusaha saling menguatkan.

Sebab, itu adalah kursi roda ayahnya yang tertimbun longsor di lokasi.

Meski demikian, hampir dari 1 jam penemuan kursi roda, jasad ayahnya tak kunjung ditemukan.

"Kursi roda, kursi roda,"teriak seorang petugas Tim SAR gabungan, di lokasi, Senin (8/12/2025).

Ketika ditemui, Elisabet mengungkap, kalau ayah dan abangnya hilang tertimbun longsor tak jauh dari rumah mereka.

Keduanya tertimpa reruntuhan tanah dan kayu yang jatuh dari tebing pada bencana Selasa 25 November lalu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved