Banjir dan Longsor di Sumut

Frans Hutajulu Sumbangkan Hadia Juara WWC Malaysia ke Korban Bencana

Frans berhasil memboyong sabuk WWC di kelas Super Flyweight setelah unggul poin dari petinju tuan rumah Malaysia, Pavin.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Ayu Prasandi
IST
Frans Hutajulu, putra Asahan mengharumkan nama Indonesia di ajang Tinju Internasional Warzone World Championship (WWC) di N9 Arena, Negeri Sembilan, Malaysia. 

TRIBUN-MEDAN.COM, KISARAN- Petinju sekaligus konten kreator asal Kisaran, Asahan, Frans Hutajulu menorehkan prestasi Internasional Warzone World Championship (WWC) 2025 di Arena N9, Negeri Sembilan, Malaysia.

Frans berhasil memboyong sabuk WWC di kelas Super Flyweight setelah unggul poin dari petinju tuan rumah Malaysia, Pavin.

Pukulan cepat dan akurat, ditambah kepiawaian Frans menghindar pukulan Pavin membuat Frans memastikan sabuk juara diboyong ke tanah air.

Namun, kemenangan ini bukan hanya sekedar sabuk, Frans mendonasikan sebagian dari pendapatan dari juara tersebut ke korban bencana di Sumatera.

"Alhamdulillah, saya masih diberikan kekuatan untuk pertandingan ini. Sebelum pertandingan ini saya sudah meniatkan diri untuk disumbangkan ke saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar," kata Frans melalu pesan WhatsApp, Senin (8/12/2025).

Lanjutnya, sebagai anak daerah, Frans Hutajulu mencoba sekuat tenaga untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

"Saya ucapkan terimakasih kepada sponsor yang sudah mendukung saya, pelatih, Kapolres Asahan, dan masyarakat yang selalu memberi support kepada saya selama saya berlatih dalam ajang Internasional ini," katanya.

Katanya, bencana yang terjadi di tiga Provinsi di Sumatera ini mengakibatkan banyak korban jiwa, dan materi.

"Ini juga menjadi kesedihan bagi saya, pastinya saya dari awal sudah bernazar akan mendonasikan sebagian dari hasil kemenangan iru untuk korban," ujarnya.

Ia juga mengaku, akan menyisihkan sedikit hadiah tersebut untuk membantu biaya perobatan orang tua rivalnya Pavin petinju asal Malaysia yang sedang sakit.

"Saya juga dengan orang tua Pavin sakit. Dia berjuang di ring untuk itu. Saya juga mau menyisihkan sedikit untuk dia. Karena saya merasakan kesedihan dari kecil tanpa orang tua," katanya.

Katanya, prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggan bagi dirinya sendiri, namun menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Asahan untuk terus berlatih dah menargetkan panggung Internasional meskipun perjuangannya membutuhkan latihan ekstra.

"Semoga dengan kemenangan ini bisa memotivasi anak-anak Asahan untuk berani bermimpi besar dengan segala keterbatasannya. Jangan cengeng, harus tekun, dan disiplin. Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita berani berusaha," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved