Banjir dan Longsor di Tapteng
Belasan Hari Makan Nasi Pakai Mie Instan dan Ikan Asin, Warga Tapteng: yang Penting Perut Terisi
Yang mereka pikirkan saat ini ialah bagaimana tetap makan, dan perut terisi agar tidak mati kelaparan.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Bencana alam banjir bandang maupun longsor yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah pada Selasa 25 November lalu membuat masyarakat kesusahan.
Mulai dari menyelamatkan diri, terisolasi, kelaparan menunggu bantuan, mencari pertolongan dan mencari sanak saudara yang tertimbun mereka rasakan.
Salah satunya Ratnasari Hutagalung, wanita sekitar 50 tahunan yang sedang mengikis sisa lumpur akibat banjir.
Pascabencana, ia masih merasakan kesusahan menjalani kehidupan.
Rumah yang harus dibersihkan dari tumpukan lumpur mengering, hingga mencari kebutuhan pangan untuk bertahan hidup.
Listrik, air bersih, dan kebutuhan bahan pangan masih sulit didapat.
Mereka sudah berhari-hari hidup dalam kegelapan tanpa listrik.
Untuk masak, sempat menggunakan kayu bakar karena gas LPG sulit didapat.
Sedangkan untuk makan, yang ia bisa sajikan untuk keluarganya hanya nasi putih dari bantuan.
Kemudian lauknya hanya mie instan, yang terkadang berganti dengan ikan asin persediaan sebelum bencana.
Saat ini, ia dan warga lainnya mencoba bertahan hidup, sembari memulihkan keadaan meskipun sulit.
Yang mereka pikirkan saat ini ialah bagaimana tetap makan, dan perut terisi agar tidak mati kelaparan.
"Selama ini kami makan menggunakan nasi, mie instan dan ikan asin. Yang penting perut terisi,"kata Ratnasari Hutagalung, Minggu (7/12/2025).
Ratnasari tinggal di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Menuju ke perkampungan mereka cukup sulit karena jalanan masih berlumpur, air menggenang di jalanan.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ratnasari-Hutagalung-warga-Kelurahan-Tukka-Kecamatan-Tukka.jpg)