Banjir dan Longsor di Tapteng
Langkah Panjang Selvi Mawarni Zai, Jalan Kaki Berjam-jam untuk Melihat Jenazah Orangtua dan Adiknya
Dari luar, beberapa perempuan terlihat beres-beres, menyapu rumah dan menyusun kursi plastik.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Sejumlah orang tampak sibuk membongkar tenda plastik di depan rumah berpagar hijau.
Dari luar, beberapa perempuan terlihat beres-beres, menyapu rumah dan menyusun kursi plastik.
Sedangkan di seberangnya, para pengendara motor dan mobil berjalan perlahan ketika melintas tebing tinggi bekas longsor menganga lebar.
Sejumlah rumah pun terlihat tertimbun, hanya terlihat atapnya saja.
Jalanan aspal masih berlumpur, tanah merah menumpuk di sepanjang jalan lintas Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, Sibolga.
Aroma tak sedap pun mulai sedikit menyeruak dari lokasi.
Saat didatangi, ternyata rumah berpagar hijau yang berada Kelurahan Kalangan Indah KM 13, Kota Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah itu baru saja menggelar acara adat usai meninggalnya keluarga mereka.
Ketika ditanya lebih lanjut, ternyata yang meninggal dunia sebanyak 3 orang akibat rumahnya tertimbun longsor, tepat di seberangnya.
Duduk di kursi plastik warna hijau, mengenakan kaus merah muda, wajah Selvi Mawarni Zai tampak letih kemerahan.
Saat diwawancarai, rupanya acara adat itu merupakan sepeninggal ayah, ibu dan adiknya akibat bencana longsor.
Selvi tak bisa lagi menangis karena saking lelahnya.
Dia menyebut, kalau 3 anggota keluarganya itu meninggal dunia bersama 4 orang lainnya pada Selasa 25 November lalu.
"Dari 7 orang itu, 3 adalah keluarga saya, yaitu bapak, ibu dan adik saya yang berusia 16 tahun,"kata Selvi Mawarni Zai, Jumat (5/12/2025).
Selvi menceritakan, kalau kedua orang tuanya dan satu adiknya meninggal dunia akibat tertimbun longsor pada Selasa 25 November lalu.
Saat itu, pemukiman mereka dilanda hujan berhari-hari sampai akhirnya pada Selasa 25 November, sekira pukul 09.00 WIB tebing yang berada di balik rumah orang tuanya longsor langsung menimbun kedua orang tua dan adiknya.
| Tangis Penyintas Banjir Tirawan Pecah, Lemang Jadi Penawar Lara Lebaran dan Bangun Huntara Mandiri |
|
|---|
| Pembangunan Huntara Tak Kunjung Selesai, Korban Banjir di Tapteng Bangun Rumah Mandiri |
|
|---|
| Hutanabolon Kembali Banjir, Bupati: Tanggul yang Telah Dibangun Jebol, Warga Mengungsi Kembali |
|
|---|
| Dua Bulan Usai Banjir, Begini Kondisi Belajar Mengajar di MAN 1 Tapteng |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Minta Mendagri Batalkan Pemangkasan Dana Transfer setelah Bencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Selvi-Mawarni-Zai-keluarga-3-korban-tewas-akibat-longsor.jpg)