Banjir dan Longsor di Sumut

Rumah Hancur Kena Banjir di Tapteng, Misriani Lubis Minum Air Hujan selama 10 Hari

Bencana alam banjir bandang yang dialami warga Kelurahan Lopian, Kecamatan Badirik Tapteng masih membekas di ingatan warga.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
KORBAN BANJIR - Misriani Lubis, warga Kelurahan Lopian, Kecamatan Badirik, Kabupaten Tapanuli Tengah ketika diwawancarai soal banjir bandang berisi kayu gelondongan, Jumat (5/12/2025). Rumahnya hancur dan sudah 10 hari minum air hujan karena tak ada bantuan dari pemerintah air bersih. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bencana alam banjir bandang yang dialami warga Kelurahan Lopian, Kecamatan Badirik, Kabupaten Tapanuli Tengah masih membekas di ingatan warga.

Rumah-rumah masih tertimbun lumpur yang mengeras, ditambah kayu-kayu gelondongan terbawa air.

Pantauan di lokasi, kurang lebih sepanjang 1 Kilometer rumah-rumah warga rusak akibat dihantam kayu gelondongan terbawa air sungai yang meluap.

Kemudian, jalan-jalan bekas tertimbun lumpur masih berusaha disingkirkan agar bisa dilalui.

Lumpur setinggi 1 meter lebih di sepanjang jalan masih bertahan di sisi kanan dan kiri badan jalan usai disingkirkan dari tengah jalan lintas Kecamatan Pinangsori ke Kecamatan Badirik.

Salah warga yang terdampak adalah Misriani Lubis, yang tinggal bersama suaminya yang lumpuh dan anak lelakinya.

Rumahnya yang terbuat dari papan kayu hancur tak bisa ditempati lagi.

Hancurnya rumah Misriani akibat diterjang banjir bandang yang membawa kayu-kayu gelondongan.

Tempat tinggalnya hanya terlihat atapnya sana karena tertimbun lumpur, dan kayu gelondongan.

Begitu juga dengan tempat usaha keluarga tempatnya mencari nafkah yang berada di samping rumah, tertimbun lumpur.

Sambil mengenang, wanita yang mengenakan daster berwarna merah muda ini menceritakan betapa mengerikannya banjir bandang disertai kayu gelondongan menerjang pemukiman mereka pada Selasa 25 November lalu.

Tepatnya sekira pukul 08:30 WIB, hujan deras masih mengguyur kelurahan tersebut.

Misriani, suaminya yang lumpuh, serta anaknya yang baru pulang menempuh pendidikan di Kota Medan sedang berkumpul di dalam rumah makan.

Tiba-tiba, air berisi kayu gelondongan datang begitu cepat menghampiri mereka.

Misriani dan anak lelakinyanya pun panik gak karuan mencoba menyelamatkan diri.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved