Banjir dan Longsor di Sumut
27 Desa di Deli Serdang Masih Kena Banjir, Longsor Juga Masih Dalam Penanganan
Selain di Kecamatan Batang Kuis juga masih terjadi di Hamparan Perak dan Labuhan Deli.
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Pemkab Deli Serdang mencatat masih ada 27 Desa di wilayahnya yang masih mengalami banjir hingga Senin (27/11/2025).
Selain di Kecamatan Batang Kuis juga masih terjadi di Hamparan Perak dan Labuhan Deli.
Ribuan unit rumah masih terendam dan warganya pun masih menempati posko-posko pengungsian karena air masih ada yang sepinggang orang dewasa dibeberapa titik.
"Sampai saat ini banjir belum selesai dan masih ada 27 desa lagi. Terbanyak di Labuhan Deli Hamparan Perak termasuk Batang Kuis. Kalau kerugian akibat banjir ini masih dihitung,"ujar Kepala BPBD Deli Serdang, Mukti Ali.
Mukti menyebut pecah atau jebolnya tanggul sungai menjadi salah satu penyebab air belum juga surut.
Hal ini terjadi di kawasan Batang Kuis yang kemudian merendam kawasan Desa, Tanjung Sari, Bintang Meriah hingga Sugiharjo.
Terpisah Kepala Dinas Sumber Daya Alam Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Deli Serdang, Janso Sipahutar mengaku saat ini pihaknya terus berupaya untuk mengatasi banjir ini.
"Sekarang ini banyak tanggul yang lagi kami kerjakan untuk diperbaiki. Alat berat kita juga semua ini turun. Selain ke lokasi banjir juga ke lokasi longsor. Karena daerah pegunungan banyak longsor yang menutupi akses jalan seperti di Sibolangit, Namorambe dan Biru-Biru," ucap Janso.
Janso berpendapat penyebab banjir kali ini karena curah hujan begitu tinggi. Selain itu juga terjadi banjir rob di laut. Ini membuat air lama surut di pemukiman warga.
"Seperti di Desa Sugiharjo itu masih tinggi karena di laut juga sedang banjir rob," ucap Janso
Sebelumnya, Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan sempat meninjau wilayah terdampak banjir di Kecamatan Batang Kuis dan Percut Sei Tuan, Minggu (30/11/2025).
Di Kecamatan Batang Kuis, tepatnya di Gang Bidan dan Masjid, Desa Tanjung Sari, Bupati meninjau sejumlah titik sumbat yang dinilai menjadi penyebab air belum surut.
Bupati menegaskan, normalisasi sungai menjadi salah satu prioritas yang akan segera dikejar pengerjaannya.
"Normalisasi akan dilakukan, namun prioritas kita saat ini air bisa mengalir dulu. Sebab di beberapa wilayah sudah surut dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing," ucap dr Asri.
Di kesempatan itu, Bupati juga melihat situasi dan kondisi dapur umum di Masjid Baitul Quddus, sembari memberi tambahan bantuan makanan.
| Derita Warga Garoga Puasa Sahur Makan Mi Instan |
|
|---|
| Kunjungi Tapteng, Titiek Soeharto dan Kapolri Bawa Bantuan 16 Truk: Semoga Bisa Bermanfaat |
|
|---|
| 33 Korban Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah Masih Belum Ditemukan, Begini Kata Basarnas |
|
|---|
| Kepastian Akan Ada Tersangka Banjir Bandang Garoga, Kejagung Terus Dalami Keterlibatan PT TBS |
|
|---|
| Dana Bansos dari Kemensos Tak Kunjung Cair, Warga Hutanabolon Tapteng Masih Tunggu Janji Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TANGANI-LONGSOR-Alat-berat-milik-Sumber-Daya-Alam-Bina-Marga.jpg)