Banjir dan Longsor di Sumut

KONDISI di Tapteng Mulai Tak Kondusif, Telur Dijual Sebutir Rp 5 Ribu, Cabai Sampai Rp 200 Ribu

Bahkan sebagian warga yang mau membeli telur saja harganya sudah kelewat batas. Sebutir telur dijual seharga Rp 5 ribu.

|
TRIBUN MEDAN
JARAH SWALAYAN - Kondisi di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah mulai tak kondiusif. Warga yang kesulitan mencari bahan makanan, menjarah sejumlah swalayan, Sabtu (29/11/2025). 

Ringkasan Berita:- Warga Pandan yang kesulitan mencari bahan makanan, menjarah sejumlah swalayan, Sabtu (29/11/2025).
Bahkan sebagian warga yang mau membeli telur saja harganya sudah kelewat batas. Sebutir telur dijual seharga Rp 5 ribu. Selain itu harga cabai dijual Rp 200 ribu satu kg
Selain melakukan penjarahan swalayan, Syakila mengabarkan bahwa warga sudah mengincar sejumlah toko ponsel. Hal itu terjadi di wilayah Kota Sibolga.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi di Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah mulai tak kondiusif. Warga yang kesulitan mencari bahan makanan, menjarah sejumlah swalayan, Sabtu (29/11/2025).

Bahkan sebagian warga yang mau membeli bahan sembako, harganya sudah kelewat batas. Sebutir telur dijual seharga Rp 5 ribu. Selain itu harga cabai dijual Rp 200 ribu satu kg.

Padahal Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bahan logistik telah tiba di Kecamatan Pandan sejak kemarin sore, Jumat (28/11/2025).

Dari video yang Tribun Medan dapatkan dari warga setempat, masyarakat mulai menjarah bahan pokok seperti beras, minyak, telur dan lain-lain di sejumlah swalayan.

Baca juga: PRESIDEN Prabowo Janji Usut Perusakan Hutan di Sumut: Persoalan Nyawa dan Keselamatan Manusia

Misalnya di swalayan Aido yang berada di Jalan lintas Sibolga-Tapsel (kalangan) terlihat toko tersebut warga berlarian mengambil bahan sembako. Selain itu barang di swalayan tersebut sudah kosong. 

Hal serupa juga terjadi di Indomaret, dan Alfamidi yang ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Tapteng.  

Seorang warga Pandan, Syakila mengatakan, penjarahan baru terjadi hari ini, Sabtu (29/11/2025). Hal itu dikarenakan semua bahan sembako di rumah sudah pada habis.

"Hari ini, baru penjarahan. Karena bahan sembako kami udah pada habis," jelasnya kepada Tribun Medan, Sabtu (29/11/2025).

Selain itu, kata Syakila, bantuan logistik dari Pemprov Sumut belum terbagi secara merata.

Capt : Warga Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah mulai menjarah makanan dan minuman di sejumlah swalayan, Sabtu (29/11/2025). Padahal Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bahan logistik telah tiba di Kecamatan Pandan sejak kemarin sore, Jumat (28/11/2025). (Ss video narasumber)
Capt : Warga Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah mulai menjarah makanan dan minuman di sejumlah swalayan, Sabtu (29/11/2025). Padahal Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bahan logistik telah tiba di Kecamatan Pandan sejak kemarin sore, Jumat (28/11/2025). (Ss video narasumber) (TRIBUN MEDAN)

Baca juga: POLISI Pastikan Gary Iskak Tak Terpengaruh Alkohol Saat Kecelakaan: Korban Kehilangan Kendali

"Udah pada antre orang di Kantor Bupati untuk ambil sembako tapi kayaknya gak bakal cukup dan lama antre jadi menjarah la," ucapnya.

Apalagi, kata Syakila harga telur, cabai dan lain-lain mahal pasca banjir bandang dan longsor di Tapteng.

"Telur sebutir Rp 5 ribu, cabai Rp 200 ribu satu kg. Semua mahal. Apalagi gak ada tempat ambil uang. Uang kami sudah pada habis, makanya semua ujungnya menjarah," katanya.

Konter HP Mulai Jadi Sasaran Jarahan

Dirincikan Syakila, adapun swalayan yang di Jarah seluruh Indomaret, Alfamart di Kecamatan Tukka, Hajoran, dan Sarudik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved