Banjir dan Longsor di Sumut

Kantor Bupati Deli Serdang Ikut Kebanjiran, Banjir Terparah Setelah Tahun 2001

Debit air semakin tinggi pada saat malam hari. Hal ini lantaran hujan masih terus terjadi dari pagi sampai malam. 

|
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Ayu Prasandi
Tribunnews.com/Indra Gunawan
TEROBOS BANJIR : Satu unit mobil menerobos banjir dan melewati pintu gerbang masuk kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (28/11/2025). Meski ada yang surut namun banjir di Kabupaten saat ini masih merendam ribuan rumah warga. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Kantor Bupati Deli Serdang di Lubuk Pakam ikut kebanjiran, Jumat (28/11/2025).

Ketinggian air lebih dari 30 cm mulai dari Jalan Negara depan pintu gerbang kantor Bupati.

Kehadiran pegawai di pagi hari tampak minim. 

Informasi yang dihimpun komplek perkantoran Bupati Deli Serdang mulai mengalami banjir sejak  Kamis sore.

Baca juga: Perintah Langsung Prabowo Kirim 4 Pesawat Angkut Bantuan Bencana Sumut, Aceh dan Sumbar

Baca juga: Daftar Nama 11 Orang Meninggal Dunia dalam Bencana Alam di Taput, 35 Orang Dinyatakan Hilang

Baca juga: Daftar Nama 11 Orang Meninggal Dunia dalam Bencana Alam di Taput, 35 Orang Dinyatakan Hilang

Debit air semakin tinggi pada saat malam hari. Hal ini lantaran hujan masih terus terjadi dari pagi sampai malam. 

Selain itu debit air sungai di kawasan Lubuk Pakam juga ikut tinggi sehingga meluap ke pemukiman hingga kantor Bupati. Bahkan banjir ini juga menggenangi area rumah dinas Bupati.

Pantauan www.tribun-medan.com pada Jumat pagi sekira pukul 10.00 WIB air masih menggenangi area kantor Bupati dan rumah dinas saja. 

Sementara kantor DPRD Deli Serdang yang berada di samping rumah dinas tidak ikut terkena. Air hanya sampai di area pintu gerbang keluar kantor DPRD saja. Untuk area kantor lainnya sudah surut.

Camat Lubuk Pakam, Rio Laka Dewa menjelaskan seluruh desa dan kelurahan di wilayahnya terkena banjir.

Hal ini lantaran meluapnya sungai Kualanamu dan Batugingging. Disebut banjir ini terbilang yang paling parah setelah kejadian tahun 2001. 

"Kemarin sore sudah mulai naik dan makin menyeluruh. Jumat pagi memang kita sempat lihat agak naik airnya tapi kita yakin ini juga akan turun karena air di sungai kita inikan aliran dari Bangun Purba. Kordinasi kita sama Camat Bangun Purba di sana sudah turun dan ini kita harapkan bisa surut nanti banjir di tempat kita," kata Rio. 

Karena butuh bantuan beberapa warga yang terkena banjir sempat terlihat menyodorkan kardus di Jalinsum Lubuk Pakam.

Hal ini lantaran ketinggian air di kediaman mereka masih diatas 1 meter.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved