Sabtu, 4 Juli 2026

KPK OTT Bupati Langkat

Awal Mula Kasus hingga Bupati Langkat Ondim Ditangkap KPK, Nilai Korupsi Tembus Rp 4,4 Miliar

Budi meluruskan isu keliru yang sempat beredar di masyarakat dengan menegaskan bahwa tim penyelidik menciduk sang bupati di rumah pribadinya

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Medan
Bupati Langkat, Syah Afandin saat menghadiri penyaluran dana Baznas di Jentera Malay Rumah dinas Bupati yang berada di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, belum lama ini. 

TRIBUN-MEDAN.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Langkat periode 2025–2030, Syah Afandin, sebagai tersangka setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan suap fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Lembaga antirasuah ini menggelar ekspose hasil operasi senyap di Sumatera Utara pada Jumat (3/7/2026) malam.

Dari gelar perkara tersebut, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Syah Afandin.

KPK juga membongkar skandal korupsi masif yang menjerat Syah Afandin alias Ondim. 

Pemeriksaan di Jakarta

BUPATI DITAHAN - Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim mengenakan rompi tahanan  usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/7/2026) dini hari. Sang Bupati dijebloskan ke Rutan KPK. Dia terjerat kasus suap proyek di lingkungan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara tahun 2025-2026.
BUPATI DITAHAN - Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim mengenakan rompi tahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/7/2026) dini hari. Sang Bupati dijebloskan ke Rutan KPK. Dia terjerat kasus suap proyek di lingkungan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara tahun 2025-2026. (TRIBUN MEDAN/Tribunnews.com/Irwan Rismawan)

Tim Satuan Tugas KPK langsung membawa Syah Afandin menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Tersangka tiba menumpangi mobil Toyota Kijang Innova Reborn hitam pada pukul 14.22 WIB dan langsung memasuki area basemen belakang gedung. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan kedatangan politikus tersebut dan menyatakan penyidik akan langsung menggali keterangan lebih lanjut.

"Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB. Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Budi kepada awak media.

Sementara itu, tim KPK belum memberangkatkan enam orang lainnya yang ikut terjaring operasi menuju ibu kota.   

Penyidik masih membutuhkan waktu guna memeriksa satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Langkat dan lima pihak swasta tersebut.

"Menjalani pemeriksaan di Polrestabes Medan," ucap Budi. 

Ia juga berjanji akan terus membagikan informasi terbaru mengenai jadwal pemindahan para pihak terkait menyusul selesainya proses pemeriksaan awal di daerah.

Ratusan Juta Rupiah di Kasus Suap Proyek Dinas

Sebelum mendarat di Jakarta, petugas menerbangkan Syah Afandin dari Bandara Silangit menuju Bandara Soekarno-Hatta. 

Budi meluruskan isu keliru yang sempat beredar di masyarakat dengan menegaskan bahwa tim penyelidik menciduk sang bupati di rumah pribadinya di Kota Medan, bukan di tempat umum. 

OTT yang menyisir Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan sejak Kamis (2/7/2026) lalu ini berhasil mengamankan total tujuh orang terduga pelaku kejahatan kerah putih.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Round of 32 - Babak 32 Besar
Sabtu, 4 Juli 2026 | 01:00 WIB
Australia
Australia
1 - 1
Egypt
Mesir
Round of 32 - Babak 32 Besar
Sabtu, 4 Juli 2026 | 05:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 2
Cape Verde
Tanjung Verde
Round of 32 - Babak 32 Besar
Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:30 WIB
Colombia
Kolombia
Live
Ghana
Ghana
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved