KPK OTT Bupati Langkat
Bupati Diciduk KPK, Wakilnya Nobar Piala Dunia dengan Pejabat, KPK Ungkap Kronologi Penangkapan
Bupati Langkat diciduk KPK, Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti malah memilih nonton bareng pertandingan Piala Dunia
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Di tengah diamankannya Bupati Langkat, Syah Afandin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti malah memilih nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Swiss melawan Aljazair, Jumat (3/7/2026).
Nonton bareng (Nobar) itu digelar di Jentera Malay Rumah Dinas Bupati Langkat yang beralamat di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Selain wakil bupati, beberapa pejabat tampak hadir, diantaranya Direktur PDAM Tirta Wampu, Herman Sukendar, Staf Khusus Bupati Langkat, Surkani, dan Kabag Umum Setda Pemkab Langkat, Mahardhika Sastra.
Baca juga: Sosialisasi Program Strategis KDKMP, Wabup Toba Minta Operasional 1 KDKMP Sebagai Pionir
Tampak dalam nobar tersebut, para pengunjung disajikan makanan dan minuman.
Diketahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Sumatera Utara.
Dalam OTT tersebut, Bupati Langkat, Syah Afandin turut diamankan penyelidik KPK.
Selain Bupati, dua orang lainnya juga turut diamankan. Salahsatunya mantan anggota DPRD Sumut yang disebut-sebut bernama Syahrial Harahap.
Artinya ada tiga orang yang diamankan KPK saat menggelar operasi tangkap tangan pada, Kamis (2/7/2026) sore.
Sedangkan pada, Jumat (3/7/2026) pagi, amatan wartawan saat mengunjungi Kantor Bupati Langkat yang beralamat di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat, tampak sepi.
Mengingat setiap Jumat, pemerintah memberlakukan Work From Home (WFH).
Tak ada satu pun pejabat yang ditemui wartawan saat berada di Kantor Bupati Langkat.
Hanya beberapa orang pegawai dan petugas Satpol PP yang tampak di dalam kantor Bupati Langkat.
Sementara tiga pintu yang menuju ruangan kerja Bupati Langkat, sudah di segel oleh penyelidik KPK.
Segel itu bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK" dan ditandatangani oleh penyelidik bernama Bayu.
Namun saat wartawan mau mengambil dokumentasi, sempat dihalangi petugas Satpol PP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/WAKIL-BUPATI-NOBAR-Di-tengah-diamankannya-Bupati-Langkat-Syah.jpg)