Berita Viral

KASUS Bullying Brutal di SMP Lubuklinggau, Siswi Dipukuli dan Kepalanya Dipijak-pijak, Kini Berdamai

Sepanjang tahun 2026, sejumlah kasus bullying pelajar di Indonesia mencuat ke publik dan viral di media sosial

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
Siswi SMP Lubuklinggau, 19 Juni 2026, dipukuli dan kepalanya diinjak oleh teman sekelas di ruang kelas. Kasus diselesaikan lewat perdamaian orangtua difasilitasi sekolah dan polisi. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus ini menegaskan bahwa perundungan di sekolah bukan sekadar persoalan internal, melainkan masalah serius yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental anak.
  • Meski perdamaian telah ditempuh, langkah hukum dan pendekatan adat tetap diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus bullying (perundungan) yang menimpa seorang siswi SMP Negeri di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Kasus ini menjadia sorotan karena betapa seriusnya persoalan bullying di lingkungan sekolah. 

Video yang beredar luas di media sosial, Minggu (21/6/2026), memperlihatkan korban dipukul hingga kepalanya diinjak-injak oleh sejumlah teman sekelasnya. 

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di dalam ruang kelas, Jumat (19/6/2026) sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Dalam rekaman video, terlihat jelas bagaimana korban menjadi sasaran kekerasan fisik.

Aksi tersebut dilakukan oleh beberapa siswa lain, tanpa adanya intervensi guru atau pihak sekolah saat kejadian berlangsung.

Peristiwa ini kemudian viral dan memicu keprihatinan masyarakat.

Perdamaian di Sekolah

Setelah kasus ini mencuat, pihak sekolah bersama orangtua siswa dan kepolisian setempat segera melakukan mediasi.

Desi, orangtua korban, mengungkapkan bahwa perdamaian telah dilakukan pada Sabtu (20/6/2026).

“Kemarin sudah dilakukan perdamaian di sekolah,” kata Desi saat dikonfirmasi TribunSumsel.com, Minggu (21/6/2026).

Ia menambahkan bahwa perdamaian tersebut sudah dituangkan dalam bentuk kesepakatan tertulis.

Namun, pihak keluarga meminta agar penyelesaian tidak hanya berhenti di sekolah, melainkan juga dilakukan secara adat.

“Jadi urusan yang di sekolah sudah selesai. Sekarang tinggal secara adat,” ungkap Desi.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup F - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 00:00 WIB
Netherlands
Belanda
5 - 1
Sweden
Swedia
Grup E - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 03:00 WIB
Germany
Jerman
2 - 1
Ivory Coast
Pantai Gading
Grup E - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 07:00 WIB
Ecuador
Ekuador
0 - 0
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 11:00 WIB
Tunisia
Tunisia
0 - 4
Japan
Jepang
Grup H - Matchday 2
Minggu, 21 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Saudi Arabia
Arab Saudi
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved