Berita Viral
Anggaran Minum Wali Kota Medan Rp 1,1 Miliar Jadi Sorotan, Setda: Bukan Realisasi Belanja
Muhammad Ridho Siregar, mengatakan informasi yang berkembang di media sosial telah menimbulkan persepsi keliru
TRIBUN-MEDAN.com – Anggaran pengadaan air minum atau air mineral Wali Kota Medan sebesar Rp 1,1 miliar menjadi sorotan di media sosial. Namun, ternyata anggaran tersebut bukan realisasi belanja.
Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjelaskan polemik anggaran pengadaan air mineral sebesar lebih dari Rp1,1 miliar yang tercantum dalam APBD Tahun Anggaran 2026.
Pemko menegaskan, anggaran tersebut bukan diperuntukkan khusus bagi kebutuhan pribadi Wali Kota Medan, melainkan merupakan pagu anggaran maksimal untuk menunjang berbagai kegiatan resmi pemerintahan selama satu tahun.
Baca juga: Kebakaran Pabrik Mainan di Medan Johor, Banyak Barang Warga Hilang Saat Mengungsi
Informasi di Media Sosial Dianggap Persepsi Keliru
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Medan, Muhammad Ridho Siregar, mengatakan informasi yang berkembang di media sosial telah menimbulkan persepsi keliru seolah-olah seluruh anggaran tersebut akan dihabiskan hanya untuk kebutuhan air mineral wali kota.
“Perlu dipahami bahwa Rp1,1 miliar itu adalah pagu anggaran, bukan realisasi belanja. Jika kebutuhan riil selama setahun hanya Rp500 juta, maka sisanya tidak digunakan dan akan kembali ke kas daerah,” kata Ridho dikonfirmasi, Minggu (21/6/2026).
Ridho menjelaskan, anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam berbagai agenda yang difasilitasi Bagian Umum Setda Kota Medan.
Baca juga: API Kembali Muncul di Lokasi Kebakaran Pabrik Mainan di Medan Johor, Damkar Luar Kota Ikut Turun
Penggunaannya meliputi rapat internal, penerimaan tamu, kegiatan kedinasan di luar kantor, hingga kebutuhan operasional di rumah dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.
“Jadi bukan hanya untuk wali kota, tetapi untuk seluruh kegiatan pemerintahan yang berada dalam koordinasi Bagian Umum selama satu tahun anggaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengadaan air mineral memiliki pos anggaran tersendiri yang terpisah dari belanja makan dan minum.
Hal itu dilakukan sesuai dengan klasifikasi belanja dalam sistem penganggaran pemerintah daerah.
Baca juga: Polrestabes Medan Masih Selidiki Kebakaran Pabrik Mainan di Medan Johor, Kasat:Tim Masih di Lapangan
Berharap Anggaran BIsa Ditekan Lagi
Meski demikian, Pemko Medan tetap membuka ruang evaluasi guna menekan belanja operasional agar lebih efisien, sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait penghematan anggaran.
“Mudah-mudahan ke depan kebutuhan anggaran ini bisa ditekan sehingga nilainya lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang kami miliki, alokasi anggaran tersebut sudah ada sejak tahun 2020 dan kami hanya meneruskan yang telah berjalan selama ini,” tutur Ridho.
Ia memastikan setiap penggunaan anggaran daerah akan melalui proses pengawasan, verifikasi, serta pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
| Ratusan Honorer Fiktif Terbongkar, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Resmi Tersangka |
|
|---|
| TAK Terima Divonis 12 Tahun Penjara Aniaya Pacar Hingga Tewas di Medan, David Chandra Ajukan Banding |
|
|---|
| API Kembali Muncul di Lokasi Kebakaran Pabrik Mainan di Medan Johor, Damkar Luar Kota Ikut Turun |
|
|---|
| KETIKA Ephorus Sebut RSUD Tarutung Aset HKBP, Bupati Taput Malah Ajak 'Bertempur' di Pengadilan |
|
|---|
| Aniaya Pacar dengan Botol Bir Hingga Tewas, David Chandra Banding Usai Divonis 12 Tahun 6 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wali-Kota-Medan-Rico-Tri-Putra-Bayu-Waas-memastikan-proses-pengisian-jabatan-sekda.jpg)