Berita Nasional
Idrus Marham Balas Kritikan Anies Baswedan Soal Ekonomi Nasional: Jangan Suguhi Narasi Kegelapan
Kritik sebaiknya tetap menghadirkan solusi dan tidak memperbesar kecemasan masyarakat.
TRIBUN-MEDAN.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, membalas kritikan eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkati kondisi ekonomi nasional saat ini.
Idrus mengajak seluruh elite politik, untuk membangun narasi optimisme di tengah tekanan ekonomi global yang sedang dihadapi Indonesia.
Menurut Idrus, kritik terhadap pemerintah merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi.
Namun, kritik sebaiknya tetap menghadirkan solusi dan tidak memperbesar kecemasan masyarakat.
“Bangsa ini jangan terus-menerus disuguhi narasi kegelapan. Kritik boleh, bahkan penting dalam demokrasi. Tapi kritik juga harus menghadirkan optimisme, solusi, dan semangat persatuan. Jangan sampai rakyat dibuat makin cemas menghadapi keadaan,” kata Idrus kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Imbas Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA Wajib Lewat BUMN, IHSG Ambruk 3,5 Persen di Level 6.091
Pernyataan itu disampaikan Idrus menanggapi video yang diunggah Anies melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (20/5/2026), yang menyoroti kondisi ekonomi nasional.
Dalam video tersebut, Anies menyebut masyarakat tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat melemahnya nilai tukar rupiah, naiknya harga kebutuhan pokok, hingga turunnya daya beli masyarakat.
Tekanan Ekonomi Global Dinilai Wajar
Menanggapi hal itu, Idrus menilai kondisi ekonomi penuh tantangan saat ini bukan hanya dialami Indonesia.
Ia menyebut hampir seluruh negara menghadapi tekanan serupa akibat dinamika geopolitik global, penguatan dolar Amerika Serikat, hingga ancaman perlambatan ekonomi dunia.
“Hatta Amerika pun mengalami kondisi yang sama!” ujar Idrus.
Baca juga: Nama-nama 9 Warga Sumut Kecelakaan di Tol Pekanbaru, Lisna Pasaribu dan Bayi Guen Manurung Tewas
Menurut dia, tantangan ekonomi global harus dipahami sebagai bagian dari dinamika yang wajar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Semua pasti berada dalam skema yang dinamis-fluktuatif. Kadang naik, kadang turun, itu biasa. Jangan dicemaskan menjadi narasi yang menciutkan nyali,” paparnya.
Jangan Bangun Narasi Pesimistis
Idrus menilai yang dibutuhkan saat ini adalah narasi mengenai ketangguhan dan soliditas bangsa.
| Imbas Pidato Prabowo Soal Ekspor SDA Wajib Lewat BUMN, IHSG Ambruk 3,5 Persen di Level 6.091 |
|
|---|
| MUI Minta Menlu Buktikan BoP Ada Gunanya, Menaruh Harapan Besar Bebaskan 9 WNI Ditangkap Israel |
|
|---|
| KPK Ungkap Buruknya Pengelolaan Program MBG, Rekrutmen Tak Transparan, Rp 12 T Mengendap di Yayasan |
|
|---|
| Susu Formula Masuk Program MBG, IDAI Kirim Surat Terbuka Buat BGN, Soroti Pentingnya ASI |
|
|---|
| Ucapan Prabowo Sebut Gaji ASN dan Guru Kecil Karena Kekayaan Negara Bocor ke Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Idrus-marham-dan-anies.jpg)