Berita Viral
Mantan Sopir Dump Truk Bakar Mobil Istri Kades Hoho, Kesal Korban Hedon di Medsos Tapi Nunggak Gaji
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, RP mengaku menyimpan rasa kecewa dan dendam pribadi terhadap korban.
TRIBUN-MEDAN.com - Mantan sopir dump truk bakar mobil istri Kades Hoho.
Pelaku berinisial RP (43) pun mengungkap alasannya melakukan hal tersebut.
RP mengaku kesal karena korban hedon di medsos tapi menunggak gajinya.
Baca juga: Langkah Kakek Penuh Syukur Menghadapi Hidup dengan Semangat Tanpa Kenal Usia
Diketahui mobil milik Erna, istri Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Welas Yuni Nugraha atau Hoho Alkaf dibakar oleh RP.
RP ditangkap aparat kepolisian di wilayah Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, pada Kamis (15/5/2026).
Kasatreskrim Polres Banjarnegara, Ori Friliansa Utama, mengatakan tersangka merupakan mantan sopir dump truk milik Hoho Alkaf.
Baca juga: RESMI, PSMS Medan Tidak Memperpanjang Kontrak Tiga Pemain Asing Musim 2025/2026
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, RP mengaku menyimpan rasa kecewa dan dendam pribadi terhadap korban.
Menurut Ori, tersangka merasa kerap mengalami keterlambatan pembayaran upah selama bekerja sejak 2015.
“Tersangka sebagai sopir dump truk, namun saat proses pembayaran gaji atau upah selalu terlambat. Tersangka harus selalu menagih terlebih dahulu untuk mendapatkan upah atau gaji,” ujar Ori.
Baca juga: Dibalik Senyum Lelah Sang Ibu: Kisah Haru Jestham Memborong Kerupuk Pejuang Keluarga
Selain persoalan upah, polisi menyebut tersangka juga mengaku tidak menyukai konten media sosial korban yang dinilai sering menampilkan gaya hidup mewah.
“Tersangka tidak suka dengan perilaku korban di media sosial yang sering membuat konten menampilkan kemewahan secara berlebihan di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang tidak baik,” katanya.
Berbekal rasa kesal tersebut, tersangka diduga merencanakan aksi pembakaran terhadap mobil yang terparkir di halaman rumah korban.
Polisi menyebut RP membeli bahan bakar jenis Pertalite sebelum menjalankan aksinya. Pembakaran dilakukan menggunakan kayu yang dililit kain dan dijadikan alat pemantik api.
Kepolisian memastikan tidak ditemukan penggunaan bom molotov dalam peristiwa tersebut. Dari hasil penyidikan sementara, polisi menyatakan aksi dilakukan seorang diri.
“Sementara ini berdasarkan alat bukti dan keterangan yang kami peroleh, tersangka melakukan aksi tersebut seorang diri,” ujar Ori.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kepala-desa-hoho-vir.jpg)