Berita Nasional

'Orang Desa Gak Pakai Dolar' Jadi Bahan Olokan, Mahfud MD: Gimana Cara Kasih Tahu Prabowo?

Mahfud menyebut pernyataan Prabowo soal dolar menjadi salah satu yang paling banyak menimbulkan ejekan sejak menjabat sebagai presiden.

Tayang:
Kompas.com
Presiden Prabowo Subianto berpidato menyampaikan KEM dan PPKF RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5/2026).(YouTube.com/KOMPAS TV) 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “orang desa gak pakai dolar.”

Pernyataan tersebut muncul saat Prabowo menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Mahfud, komentar sang presiden justru memicu gelombang olok-olok di masyarakat.

Olok-olok adalah bentuk ejekan atau sindiran yang sering muncul di ruang publik, termasuk media sosial.

Ia menilai respons publik kali ini tergolong kasar dan merendahkan.

Dalam Podcast Terus Terang di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (19/5/2026), Mahfud menyebut pernyataan Prabowo soal dolar menjadi salah satu yang paling banyak menimbulkan ejekan sejak menjabat sebagai presiden.

PANDANGAN MAHFUD MD - Mahfud MD menilai penegakan hukum di Indonesia aneh dan dianggap semakin memunculkan banyak kejanggalan, terkesan memaksa kareja kejar target.
PANDANGAN MAHFUD MD - Mahfud MD menilai penegakan hukum di Indonesia aneh dan dianggap semakin memunculkan banyak kejanggalan, terkesan memaksa kareja kejar target. (Tangkapan layar)

"Nah, yang kedua saya galau tadi kenapa menurut saya dari keseluruhan statement Presiden Prabowo selama menjadi presiden ini yang paling banyak menimbulkan olok-olok."

"Yang soal dolar itu. Mulai dari nenek-nenek, kakek-kakek, muda, putra putri ,di sosial media muncul terus gitu, diolok-olok betul presiden kita ini."

"Maaf kasar sekali olok-oloknya itu," kata Mahfud dalam Podcast 'Terus Terang' di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (19/5/2026).

Pernyataan Keliru

Mahfud menegaskan, meski masyarakat desa tidak bertransaksi langsung dengan dolar, Indonesia tetap bergantung pada mata uang tersebut untuk kebutuhan impor pangan maupun pinjaman luar negeri.

Hal ini membuat pernyataan Prabowo dianggap keliru.

"Menurut saya memang ya keliru kali ya mengatakan orang desa kan enggak pakai dolar. Kita negara ini pinjam uang setiap hari kan berurusan dengan dolar. Iya kan itu kan akibatnya ke harga-harga seperti tadi, impor pangan kita juga membayarnya dengan dolar dan segala macam," ujar Mahfud.

"Pinjam ke luar negeri juga pakai dolar. Kalau pakai dolar kan di desa-desa, mungkin orang secara langsung, makan dari berasnya sendiri sayurnya sendiri. Tapi masa cuma itu kebutuhan orang, ekonomi kan bukan itu saja menurut saya," jelas Mahfud.

Ia menambahkan, dampak pelemahan rupiah terhadap dolar dapat dirasakan hingga ke desa karena harga kebutuhan pokok yang sebagian besar bergantung pada impor. 

Presiden Perlu Lebih Hati-hati

Oleh karena itu, menurut Mahfud, presiden perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved