Berita Nasional

Baru Terungkap Skenario AS-Israel Siapkan Ahmadinejad Gantikan Ali Khamenei usai Serang Iran

Nama Ahmadinejad disebut muncul sebagai figur yang dipertimbangkan dalam skenario transisi politik Iran. 

Tayang:
Youtube PBS NewsHour
MASIH HIDUP- Presiden Iran ke 6, Mahmoud Ahmadinejad yang sebelumnya dilaporkan tewas oleh serangan rudal Amerika Serikat (AS) dan Israel dikabarkan masih hidup. 

TRIBUN-MEDAN.com - Nama Mahmoud Ahmadinejad kembali menjadi perhatian internasional setelah muncul laporan bahwa dirinya sempat dipertimbangkan dalam skenario pergantian kekuasaan di Iran pascaperang Israel-Amerika Serikat.

Mantan Presiden Iran itu disebut masuk dalam kalkulasi politik dan intelijen untuk memimpin pemerintahan baru setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, pada fase awal konflik.

Laporan yang dikutip dari The New York Times menyebutkan, beberapa hari setelah serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat, Presiden AS Donald Trump secara terbuka berharap ada “seseorang dari dalam” Iran yang mengambil alih kekuasaan.

Nama Ahmadinejad disebut muncul sebagai figur yang dipertimbangkan dalam skenario transisi politik Iran

Namun, operasi yang dirancang disebut tidak berjalan sesuai rencana sejak hari pertama perang.

Rumah Ahmadinejad Disebut Jadi Target Serangan

Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad
Mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad (Twitter Ahmadinejad1956)

Menurut laporan tersebut, rumah Ahmadinejad di kawasan Narmak, Teheran Timur, ikut terkena serangan udara Israel.

Operasi itu disebut bertujuan melumpuhkan perimeter penjagaan untuk membebaskan Ahmadinejad dari status tahanan rumah.

Ahmadinejad dilaporkan selamat meski mengalami luka-luka.

Setelah insiden tersebut, ia disebut kecewa terhadap rencana pergantian kekuasaan itu dan tidak lagi muncul di hadapan publik.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi langsung dari Ahmadinejad terkait laporan tersebut.

Sosok Kontroversial yang Pernah Memimpin Iran

Mahmoud Ahmadinejad merupakan salah satu tokoh politik paling kontroversial dalam sejarah modern Iran. Ia lahir pada 28 Oktober 1956 di kota Aradan dari keluarga sederhana sebelum kemudian pindah ke Tehran saat masih kecil.

Ahmadinejad menempuh pendidikan teknik sipil di Iran University of Science and Technology hingga meraih gelar doktor di bidang transportasi. Sebelum dikenal luas di panggung politik internasional, ia lebih dulu berkarier sebagai akademisi, birokrat, dan pejabat daerah di beberapa provinsi Iran.

Karier politik Ahmadinejad mulai menanjak setelah Iranian Revolution. Ia dikenal sebagai figur konservatif dengan pendekatan populis yang dekat dengan masyarakat kelas bawah. Namanya mulai menjadi sorotan nasional ketika menjabat sebagai Wali Kota Tehran pada 2003.

Gaya hidup sederhana, retorika keras, dan citra merakyat membuat popularitasnya meningkat hingga akhirnya memenangkan pemilihan presiden Iran tahun 2005 dengan mengalahkan mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani.

Selama menjabat Presiden Iran periode 2005–2013, Ahmadinejad dikenal dengan kebijakan ekonomi populis, subsidi besar-besaran, serta sikap politik yang keras terhadap Barat. Ia menjadi tokoh penting dalam penguatan program nuklir Iran dan sering melontarkan pernyataan kontroversial terkait Israel, Amerika Serikat, dan isu Holocaust.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved