Berita Nasional

Sentilan Ekonom untuk Prabowo: Kalau Dolar Naik, Orangutan Juga Kena

Sindiran itu muncul setelah Rupiah kembali menyentuh titik terlemah baru terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (15/5/2026),

Tayang:
TRIBUN MEDAN/YouTube Sekretariat Presiden
PIDATO PENUTUPAN RETRET: Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akmil Magelang, Sabtu (18/4/2026).(YouTube Sekretariat Presiden) 

Di sisi lain, Ferry juga menyebut, bahwa Indonesia masih bergantung pada impor untuk berbagai kebutuhan penting, seperti bahan bakar minyak (BBM), kedelai, gula, bahkan jagung dan beras.

Kata Ferry, semua barang yang diimpor dibayar dengan menggunakan dolar. Maka, harga barang impor akan ikut semakin mahal jika nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah.

"Bapak inget, impor BBM itu bayar pakai apa Pak, kalau bukan dolar? Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena, Pak," ujar alumnus Erasmus University Rotterdam itu.

"Dolar naik, harga minyak naik, emang produksi enggak pakai minyak, Pak? Itu akan dipasang ke harga konsumen akhir ya, sampai sekarang minyak goreng aja Pak, itu udah naik 25 persen, lho. Yang harga Rp36 ribu, udah Rp45 ribu, itu akibat dolar naik, harga minyak naik."

"Kita membayar minyak yang kita impor itu, pakai dolar, Pak."

"Apakah orang desa itu tidak pakai minyak goreng? Kan pakai minyak goreng, Pak. Di mana-mana orang pakai minyak goreng."

"Belum lagi, Pak gula kita masih impor, belum lagi yang namanya kacang kedelai, untuk tahu tempe yang makanan orang kampung, orang desa, itu, kalau kita impor, bayarnya dalam dolar, Pak."

"Belum lagi, jagung, belum lagi beras kalau kita masih impor, itu semua bayarnya pakai dolar, Pak.

Ferry Latuhihin yang pernah menjadi Penasihat Ahli di Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 itu juga menjelaskan, jika nilai dolar dan harga minyak dunia naik, maka masyarakat selaku konsumen, termasuk warga pedesaan, akan terkena dampaknya.

Sebab, biaya produksi barang kebutuhan sehari-hari terpengaruh dengan kurs Rupiah terhadap dolar AS.

"Jadi, Bapak salah kalau Bapak bilang orang kampung, orang desa tidak pegang dolar, tidak berpengaruh pada mereka." tegas Ferry.

Ferry lantas menggarisbawahi, warga desa terutama yang berada di kelas menengah ke bawah akan semakin terdampak oleh melemahnya nilai tukar Rupiah.

"Memang mereka tidak pegang dolar —pegang rupiah juga kadang-kadang kok, namanya orang desa enggak punya income apa-apa— Tapi, kalau Bapak bilang, orang desa tidak pegang dolar dan tidak menjadi korban daripada dolar, Bapak salah," papar Ferry.

Kemudian, Ferry menduga, kemungkinan Prabowo mendapat informasi yang tidak tepat dari orang-orang di sekitarnya. 

"Bapak dibohongin oleh orang-orang Bapak," tegasnya.

(*/ Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved