Berita Nasional
5 Fakta Ucapan Prabowo soal Rupiah Anjlok: Warga Desa Tak Pakai Dolar, Singgung Titiek Soeharto
Presiden Prabowo Subianto membuka pernyataannya soal pelemahan rupiah dengan gaya santai saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih
TRIBUN-MEDAN.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi perhatian publik di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.
Kondisi tersebut memunculkan beragam respons, mulai dari kekhawatiran pelaku pasar hingga perdebatan di media sosial mengenai dampaknya terhadap perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Di tengah sorotan terhadap pelemahan rupiah itu, Presiden Prabowo Subianto justru memberikan tanggapan bernada santai saat menghadiri agenda peresmian Koperasi Desa Merah Putih dan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Kepala negara menilai masyarakat desa tidak terlalu terdampak langsung oleh naik turunnya kurs dolar karena aktivitas ekonomi mereka lebih banyak menggunakan rupiah dan bertumpu pada sektor kebutuhan pokok.
5 Fakta Ucapan Prabowo soal Rupiah Anjlok
1. Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tenang Aja..
Presiden Prabowo Subianto membuka pernyataannya soal pelemahan rupiah dengan gaya santai saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Di depan masyarakat dan tamu undangan, Prabowo menyinggung kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sedang ramai dibahas publik dan pelaku pasar.
Ia kemudian melontarkan candaan dengan menyebut nama Purbaya sambil meminta masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap gejolak kurs dolar.
“Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja. Nggak usah takut. Mau dolar berapa ribu kek? Kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar,” kata Prabowo yang langsung disambut tawa hadirin.
Ucapan tersebut menjadi perhatian publik karena disampaikan ketika kurs rupiah sedang menjadi sorotan nasional. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang kerap dianggap sebagai salah satu indikator penting kondisi ekonomi Indonesia karena berkaitan dengan perdagangan internasional, impor, investasi, dan stabilitas pasar keuangan.
2. Prabowo Sebut Warga Desa Tak Terlalu Terdampak Kurs Dolar
Dalam pidatonya, Prabowo menilai masyarakat pedesaan tidak terlalu terdampak langsung oleh naik turunnya dolar Amerika Serikat.
Menurutnya, aktivitas ekonomi masyarakat desa lebih banyak menggunakan rupiah dan bertumpu pada kebutuhan pokok sehari-hari dibanding transaksi internasional.
Saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk pada hari yang sama, Prabowo kembali menyinggung soal rupiah dan dolar sambil mempertanyakan pandangan sebagian pihak yang dinilainya terlalu pesimistis terhadap kondisi ekonomi nasional.
“Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? dolar begini, dolar. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?” ujarnya.
| PRABOWO Balas Sindiran RI Bakal Kolaps Karena Nilai Tukar Rupiah Loyo, Bandingkan Negara Lain |
|
|---|
| Pengakuan Nadiem Makarim Bongkar Cara Jaksa Hitung Kerugian Negara: Kenapa Dilempar ke Saya? |
|
|---|
| Soal Larangan Nobar Film Pesta Babi, Yusril Ihza Mahendra: Biarkan Masyarakat Menonton |
|
|---|
| Nasib Nadiem Makarim Jika Tak Bayar Rp 5,6 Triliun Dalam Waktu 1 Bulan, Harta Bedanya Akan Disita |
|
|---|
| Sudah Menjadi Bagian Partai, PSI Sebut Jokowi Akan Keliling Indonesia Mulai Juni 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-resmikan-museum-buruh.jpg)