Berita Nasional

Pengakuan Nadiem Makarim Bongkar Cara Jaksa Hitung Kerugian Negara: Kenapa Dilempar ke Saya?

Jumlah itu disebut-sebut menjadi salah satu poin yang paling mengguncang dirinya secara pribadi.

Tayang:
(Kolase/Tribun Jakarta)
NADIEM TERSANGKA - Momen eks Mendikbudristek Nadiem Makarim mengenakan rompi tahanan berwarna usai ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan chromebook. Berwajah tegang, Nadiem sempat berbicara saat dibawa masuk ke dalam mobil tahanan di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/9/2025). TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma 

TRIBUN-MEDAN.com - Ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menjadi sorotan publik setelah mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan kekecewaan mendalam atas tuntutan yang diarahkan kepadanya dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

Tak hanya menghadapi ancaman hukuman penjara selama 18 tahun, Nadiem juga dituntut membayar uang pengganti dengan nilai fantastis mencapai Rp5,68 triliun.

Jumlah itu disebut-sebut menjadi salah satu poin yang paling mengguncang dirinya secara pribadi.

Dalam pernyataannya usai sidang pada Rabu (13/5/2026), Nadiem mempertanyakan dasar tuntutan uang pengganti bernilai triliunan rupiah tersebut.

Ia menilai nominal yang dibebankan kepadanya jauh melampaui total kekayaan yang dimilikinya.

“Dan mereka tahu saya tidak punya uang itu. Jadi kenapa itu dilempar kepada saya?

Yang lebih mengejutkan lagi adalah tidak ada hubungannya,” kata Nadiem seusai sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Merasa Pengabdian untuk Negara Tidak Dihargai

Dengan nada emosional, Nadiem mengaku tuntutan uang pengganti menjadi bagian paling menyakitkan dalam seluruh proses hukum yang kini ia jalani.

Ia merasa pengabdiannya selama hampir satu dekade di Indonesia seolah tidak berarti di tengah tuntutan yang menurutnya sangat besar dan memberatkan.

Menurut Nadiem, dirinya bukan hanya menghadapi ancaman pidana penjara, tetapi juga dibebani kewajiban membayar uang pengganti yang nilainya bahkan berkali-kali lipat dari total kekayaan yang ia laporkan.

“Jadi tidak cukup saya dimasukkan ke penjara, mereka menggunakan uang pengganti sebesar 4 triliun plus 809 miliar, jadi totalnya itu 5 triliun. Total kekayaan saya di akhir masa menteri, itu enggak sampai 500 miliar,” kata Nadiem.

Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian publik karena menunjukkan besarnya selisih antara nilai tuntutan dengan total aset yang disebut dimiliki mantan pendiri Gojek itu.

Singgung Saham Gojek Saat IPO

Dalam keterangannya, Nadiem juga menjelaskan bahwa angka Rp4,871 triliun yang dicantumkan dalam tuntutan jaksa berasal dari nilai saham Gojek ketika perusahaan tersebut melantai di bursa melalui Initial Public Offering (IPO).

Ia menegaskan bahwa nilai tersebut bukan uang tunai yang pernah ia terima secara langsung, melainkan valuasi saham yang tercatat dalam laporan pajaknya pada tahun 2022.

“Saya melaporkan nilai IPO Gojek, itu bukan uang yang saya terima, itu cuma nilai IPO. Jadi dari situ diambil, oke sekarang harus dibayar balik. Apa logikanya?” tutur Nadiem.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved