Citizen Reporter

Xiangfei dari Kashgar dan Jejak Islam Kara Khanid di Xinjiang

Xiangfei lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan religius Muslim yang memiliki pengaruh besar di Xinjiang Selatan. 

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
IST
RUMAH PENINGGALAN - Berfoto bersama patung di rumah peninggalan Xiangfei atau Permaisuri Wangi di Kota Kashgar, Provinsi Xianjiang, Tiongkok, Rabu (13/05/2026). 

Warisan Islam Kara Khanid kemudian diteruskan oleh keluarga-keluarga ulama dan bangsawan Muslim di Kashgar, termasuk keluarga Hoja tempat Rongfei berasal. 

Karena itu, ketika Rongfei memasuki istana Qing pada tahun 1760, ia sesungguhnya membawa identitas budaya Islam Turkestan yang telah berusia ratusan tahun.

Catatan Dinasti Qing menunjukkan bahwa Rongfei memperoleh perlakuan khusus di istana. Ia tetap diperbolehkan mempertahankan tradisi makan halal dan budaya berpakaian Uighur. 

Bahkan di sekitar tempat tinggalnya di Beijing dibangun kawasan Muslim dan fasilitas ibadah untuk mengurangi kerinduannya terhadap kampung halaman di Kashgar.

Dalam legenda rakyat Tiongkok kemudian berkembang cerita bahwa tubuh Rongfei mengeluarkan aroma harum alami sehingga ia dijuluki Xiangfei

Namun sebagian peneliti modern berpendapat bahwa kisah tersebut kemungkinan berasal dari tradisi penggunaan minyak wangi dan aroma khas Asia Tengah yang umum di kalangan bangsawan Muslim Xinjiang saat itu.

Menariknya, hingga hari ini kompleks makam keluarga Afaq Khoja yang sering disebut “Makam Xiangfei” masih menjadi salah satu lokasi sejarah paling dikenal di Kashgar. 

Sejumlah warga Uighur yang diwawancarai penulis di sekitar kawasan tersebut menyebut bahwa tempat itu bukan hanya situs wisata, tetapi juga bagian penting dari sejarah spiritual dan budaya masyarakat Muslim Uighur di Xinjiang.

Hari ini, ketika menelusuri Kashgar, sulit memisahkan kota ini dari sejarah panjang Islam Turkestan. Masjid-masjid tua, bazar tradisional, budaya bahasa Uighur, hingga identitas masyarakat Muslim setempat merupakan bagian dari warisan sejarah yang jejaknya telah terbentuk sejak era Kara Khanid.

Karena itu, kisah Xiangfei bukan hanya cerita tentang seorang selir di istana Qing. Ia juga menjadi simbol bagaimana identitas Islam dan budaya Turkestan dari Kashgar mampu bertahan dan tetap dikenang hingga berabad-abad kemudian.

(*/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved