Berita Viral
Jawaban MRP usai SMAN 1 Pontianak Resmi Tolak Final Ulang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengetahui sikap tersebut secara langsung.
TRIBUN-MEDAN.com - Pihak MPR RI akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak untuk mengikuti babak final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengetahui sikap tersebut secara langsung.
Dia menjelaskan bahwa perwakilan sekolah telah mendatangi kantor MPR untuk menyampaikan keberatan mereka.
"Tadi pagi pukul 08.00, pimpinan MPR yang diwakili oleh Pak Hidayat Nur Wahid, Pak Edy Soeparno, saya, dan Ibu Sekjen, serta jajaran telah bertemu dan menerima kunjungan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMAN 1 Pontianak, Ibu Indang dan Pak Eko, di Ruang Nusantara V, kantor MPR RI," kata Abraham, Kamis (14/5/2026) malam.
MPR Menghargai Keputusan Sekolah
Menyikapi penolakan tersebut, Abraham menegaskan bahwa MPR RI tidak akan memaksakan kehendak dan memilih untuk menghormati keputusan yang diambil oleh pihak SMAN 1 Pontianak.
Menurutnya, komunikasi antara kedua belah pihak berjalan dengan baik, dan MPR memahami latar belakang di balik sikap tegas sekolah tersebut.
"Mereka telah menyampaikan hal tersebut kepada kami, dan kami sangat menghargai dan memahami," ucap Abraham.
Nasib Kompetisi Ditentukan Senin Depan
Meski SMAN 1 Pontianak sudah menyatakan mundur dari rencana tanding ulang, MPR belum mengetuk palu mengenai status final LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat.
Keputusan mengenai apakah lomba akan tetap diulang tanpa kehadiran SMAN 1 Pontianak atau ada kebijakan lain baru akan diputuskan pekan depan.
Abraham menyebutkan, poin-poin keberatan sekolah akan dibawa ke dalam forum pimpinan yang lebih luas.
"Kebetulan agenda pimpinan MPR ada rapat gabungan pada hari Senin tanggal 18 Mei. Jadi, kami akan sampaikan itu dalam rapat dan diskusi nanti," imbuh Abraham.
Alasan di Balik Penolakan SMAN 1 Pontianak
Sebagai informasi, SMAN 1 Pontianak melalui pernyataan resmi Kepala Sekolah Indang Maryati menegaskan tidak ingin terlibat lagi dalam dinamika tanding ulang.
Pihak sekolah menggarisbawahi bahwa protes yang mereka layangkan sebelumnya bukanlah untuk menjatuhkan nama baik lembaga mana pun.
Upaya tersebut murni dilakukan sebagai bentuk dorongan agar mekanisme lomba ke depan bisa berjalan lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
| Lomba Cerdas Cermat MPR Diulang, SMAN 1 Pontianak tak Mau Ikut, Dampak Psikologis Kesalahan Juri |
|
|---|
| Nadiem Makarim Jalani Operasi Usai Dituntut 18 Tahun Penjara, Sang Istri: Kami Hanya Bisa Berdoa |
|
|---|
| Usai Viral, Keluarga Buka Suara Soal Kondisi Kamaruddin Simanjuntak, Sayangkan Foto-foto Tersebar |
|
|---|
| VIRAL Anggaran Buah dan Susu Wakil Wali Kota Banjarmasin Rp 229 Juta, Pemko Buka Suara |
|
|---|
| REKAM JEJAK Roy Rialdy Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara, Usut Banyak Kasus Korupsi, Raih Penghargaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/VIRAL-CERDAS-CERMAT-Bakal-tanding-ulang-Lomba-Cerdas-Cermat-imbas-viral.jpg)