Berita Viral

DISENGGOL HRS Lagi 'Jenderal Baliho', Dudung Ingatkan Jangan Terus Bikin Provokasi: Kita Sudah Tua

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menyindir Habib Rizieq Shihab yang mengeluarkan pernyataan provokasi

Tayang:
Kompas.com
DUDUNG DILANTIK - Eks KSAD Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (27/4/2026). Dudung dilantik jadi Kepala Staf Presiden (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA) 

HRS menyebut, kritik Prabowo soal 'Kabur ke Yaman' itu adalah bisikan dari Jenderal Baliho.

Rizieq mengatakan Jenderal baliho itu kini menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan di Kabinet Merah Putih.

Jabatan tersebut diemban oleh Dudung sebelum kemudian menjadi Kepala Staf Kepresidenan

Pernyataan Prabowo

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut soal “pergi ke Yaman” menjadi sorotan publik dan memicu berbagai tafsir di ruang politik nasional.

Ucapan tersebut awalnya disampaikan dalam konteks menanggapi kritik dari sejumlah pihak terhadap pemerintah.

Dalam pidatonya di Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II, Cilacap, Jateng, Rabu (29/4), ia kembali menyinggung narasi 'Indonesia Gelap' dan 'kabur aja dulu' yang sempat ramai beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyinggung agar pihak yang terus-menerus melontarkan kritik keras dapat “pergi ke Yaman”.

"Ada yang mau kabur. Ada yang mau kabur, kabur aja, kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan," kata Prabowo.

Prabowo berpendapat orang seperti itu merupakan orang yang tidak objektif melihat realita.

Ia menilai mereka telah meminggirkan fakta soal masa depan Indonesia yang menurutnya cerah ke depannya.

"Mau kabur kemana? Hei orang-orang pintar bukalah, bukalah berita, lihat lah. Kita ditempatkan sebagai negara paling aman di dunia sekarang, kabur aja deh, ya kabur aja biar kita enggak gaduh," ucapnya.

Munculkan Reaksi

Pernyataan itu kemudian cepat menyebar di media sosial dan menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat.

Sebagian pihak menilai ucapan tersebut sebagai sindiran politik yang bersifat spontan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved