Berita Viral

Penyebab Mobil Mati Mendadak di Rel Kereta Api, Medan Elektromagnetik Cuma Mitos atau Faktor Lain?

Kecelakaan di perlintasan kereta api yang disebabkan mesin mobil mati mendadak atau mogok, masih kerap terjadi.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/(Dok./Tangkapan layar video akun X TMC Polda Metro Jaya)
KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). 

Jika aplikasi itu didekatkan ke sekitar rel kereta api, nantinya akan muncul informasi daya magnet dalam aplikasi itu. 

Kondisi demikian, katanya, wajar karena ada banyak besi di dekat rel. Namun, kekuatan magnet yang ada tidaklah besar. 

"Percayalah, ada magnet yang terpasang di motor starter dalam mobil. (Magnet ini) memiliki kuat medan 1 T atau 1 juta kali lebih kuat, dan mobil baik-baik saja," lanjutnya. 

Lebih lanjut, Eka Firmansyah menjelaskan, kendaraan secara umum akan beroperasi normal saat dipakai menyeberang rel kereta api.

Namun, tetap ada peluang mesin kendaraan mati ketika berkendara di tengah rel. 

Salah satunya ketika truk tersebut Over Dimension Over Loading (ODOL) atau kelebihan muatan.

"Ketika melewati jalan tidak rata, perlu torsi (gaya mesin) besar dan pengemudi salah antisipasi (kondisi mobil sehingga membuat mesin) macet. Panik mengakibatkan gagal start. Itu sangat mungkin," jelas dia. 

Selain itu, mobil penumpang berpotensi besar macet di tengah rel kereta ketika masih menggunakan karburator, platina, serta transmisi manual. 

Mesin mobil manual dapat macet ketika kendaraan mendadak berjalan naik dalam posisi terpasang gigi 4. 

Misalnya melewati jalan dekat rel yang tidak rata, bergelombang, atau curam. "Bila salah meletakkan gigi, mobil bisa macet," ungkapnya. 

"Jadi masalah macet di rel, menurut saya, lebih pada masalah penegakan aturan dan ketaatan pengguna jalan. Jangan lupa, mengemudi kendaraan perlu kompetensi," imbuh dia.

Solusi Mesin Mobil Mati di Rel 

Eka menyatakan pengemudi mobil atau truk yang melewati rel kereta api sangat memerlukan kehati-hatian. 

Menurutnya ada tata-cara yang harus dilakukan agar semua selamat dan perjalanan kereta api adalah prioritas utama.

Eka menyarankan, semua kendaraan harus berjalan melambat saat melewati rel kereta api meskipun ada palang pintunya. 

Ini dilakukan untuk menunggu kendaraan di depan melintas rel dan memberikan ruang cukup untuk menyeberang dengan aman. 

"Dalam keadaan ini, tentu gigi kendaraan (diatur agar) berada pada gigi 1 karena (kendaraan) bergerak dari keadaan diam," ungkapnya.

Dia menyarankan, pengemudi menurunkan gigi kendaraan saat mendekati palang rel kereta. Saat akan menyeberang, posisikan mobil pada gigi 1 agar kendaraan tidak melaju terlalu cepat. (*)

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved