Berita Viral

Penyebab Mobil Mati Mendadak di Rel Kereta Api, Medan Elektromagnetik Cuma Mitos atau Faktor Lain?

Kecelakaan di perlintasan kereta api yang disebabkan mesin mobil mati mendadak atau mogok, masih kerap terjadi.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/(Dok./Tangkapan layar video akun X TMC Polda Metro Jaya)
KECELAKAAN KERETA - Taksi hijau Green SM ditabrak KRL di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kecelakaan di perlintasan kereta api yang disebabkan mesin mobil mati mendadak atau mogok, masih kerap terjadi.

Terbaru, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Akibat insiden tersebut, 14 penumpang KRL meninggal dunia dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kronologi kejadian berawal adanya taksi listrik milik Green SM Indonesia diduga menerobos perlintasan di Bulak Kapal dan tiba-tiba mogok atau tidak bisa bergerak di atas rel.

KRL Commuter Line yang sedang melintas menabrak taksi tersebut. Akibat benturan ini, KRL terhenti mendadak di jalur tersebut.

Di saat KRL terhenti dalam kondisi darurat, KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menabrak rangkaian KRL tersebut.

Baca juga: Polrestabes Medan Lakukan Rekayasa Lalu Lintas di 18 Titik Kota Medan Besok, Berikut Rinciannya

Medan Elektromagnetik

Kecelakaan ini memunculkan kembali seputar medan elektromagnetik di rel kereta api, sehingga mobil tiba-tiba mogok. Kabar ini kerap terdengar dari waktu ke waktu. 

Konon, di rel kereta terdapat emisi elektromagnetik. Artinya ada kabel penghantar arus listrik yang terpasang. Kabel tersebut dikatakan tidak kompatibel dengan mesin mobil.

Terlebih jika kereta api hendak melintas di jarak 600 meter, arus listrik tersebut akan menghantarkan medan magnet yang tinggi. 

Medan magnet tersebut bakal membuat mesin mobil mati di rel kereta api. Ketika ada arus listrik yang mengalir pada rel kereta bersentuhan dengan benda elektromagnetik yang tidak kompatibel, maka berpotensi menghasilkan emisi di atas ambang batas. 

Paparan dari emisi tersebut yang membuat sistem kelistrikan benda lain mati. Dalam hal ini Electronic Control Unit (ECU) yang menjadi penggerak utama mobil berhenti bekerja, akhirnya mobil macet di tengah rel.

Di sisi lain, narasi medan elektromagnetik penyebab mobil mogok di tengah rel kereta api dianggap mitos bagi sebagian kalangan.

Lalu, apa penyebab dan bagaimana solusi mesin kendaraan mati saat melintas di rel kereta api? 

Dikutip dari Kompas.com, Ahli Teknik Elektro dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Eka Firmansyah mengatakan, informasi jika kendaraan mati akibat adanya magnet di atas rel merupakan hal yang salah. 

"Munculnya hoaks bahwa ada medan magnet di atas rel. Saya berani memastikan tidak ada medan magent kuat di atas rel kereta api," ucapnya. 

Untuk membuktikan hal tersebut, Eka meminta pengguna ponsel Android untuk menginstal aplikasi Physics Tool. Aplikasi itu memiliki menu magnetism dan magnetometer untuk mendeteksi keberadaan magnet di suatu tempat. 

Jika aplikasi itu didekatkan ke sekitar rel kereta api, nantinya akan muncul informasi daya magnet dalam aplikasi itu. 

Kondisi demikian, katanya, wajar karena ada banyak besi di dekat rel. Namun, kekuatan magnet yang ada tidaklah besar. 

"Percayalah, ada magnet yang terpasang di motor starter dalam mobil. (Magnet ini) memiliki kuat medan 1 T atau 1 juta kali lebih kuat, dan mobil baik-baik saja," lanjutnya. 

Lebih lanjut, Eka Firmansyah menjelaskan, kendaraan secara umum akan beroperasi normal saat dipakai menyeberang rel kereta api.

Namun, tetap ada peluang mesin kendaraan mati ketika berkendara di tengah rel. 

Salah satunya ketika truk tersebut Over Dimension Over Loading (ODOL) atau kelebihan muatan.

"Ketika melewati jalan tidak rata, perlu torsi (gaya mesin) besar dan pengemudi salah antisipasi (kondisi mobil sehingga membuat mesin) macet. Panik mengakibatkan gagal start. Itu sangat mungkin," jelas dia. 

Selain itu, mobil penumpang berpotensi besar macet di tengah rel kereta ketika masih menggunakan karburator, platina, serta transmisi manual. 

Mesin mobil manual dapat macet ketika kendaraan mendadak berjalan naik dalam posisi terpasang gigi 4. 

Misalnya melewati jalan dekat rel yang tidak rata, bergelombang, atau curam. "Bila salah meletakkan gigi, mobil bisa macet," ungkapnya. 

"Jadi masalah macet di rel, menurut saya, lebih pada masalah penegakan aturan dan ketaatan pengguna jalan. Jangan lupa, mengemudi kendaraan perlu kompetensi," imbuh dia.

Solusi Mesin Mobil Mati di Rel 

Eka menyatakan pengemudi mobil atau truk yang melewati rel kereta api sangat memerlukan kehati-hatian. 

Menurutnya ada tata-cara yang harus dilakukan agar semua selamat dan perjalanan kereta api adalah prioritas utama.

Eka menyarankan, semua kendaraan harus berjalan melambat saat melewati rel kereta api meskipun ada palang pintunya. 

Ini dilakukan untuk menunggu kendaraan di depan melintas rel dan memberikan ruang cukup untuk menyeberang dengan aman. 

"Dalam keadaan ini, tentu gigi kendaraan (diatur agar) berada pada gigi 1 karena (kendaraan) bergerak dari keadaan diam," ungkapnya.

Dia menyarankan, pengemudi menurunkan gigi kendaraan saat mendekati palang rel kereta. Saat akan menyeberang, posisikan mobil pada gigi 1 agar kendaraan tidak melaju terlalu cepat. (*)

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved