Berita Viral

Polda Metro Jaya Uji Lab BB Potongan Video Ceramah Jusuf Kalla, Andalkan Digital Forensik Polri

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan langkah awal yang dilakukan yakni menguji barang bukti.

Kompas.com
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA) 

Ringkasan Berita:-Polda Metro Jaya tengah menyelidiki barang bukti potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla
Uji potongan video ceramah dilakukan dengan mengandalkan lab digital forensik milik Polri. 
Sambil berjalan paralel, penyidik pun menyiapkan administrasi penyelidikan (mindik). Baru kemudian dilanjutkan pemeriksaan pelapor dan saksi yang nantinya akan dijadwalkan.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Polda Metro Jaya tengah menyelidiki barang bukti potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait dugaan penghasutan dan provokasi melalui konten pada Senin (20/4/2026).

Hal itu terkait laporan terhadap dua pegiat media sosial Ade Armando dan Permadi Arya oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan langkah awal yang dilakukan yakni menguji barang bukti.

"Barang bukti pasti akan dianalisa dan diuji," kata Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: NASIB Peserta SNBT Penyewa Joki UTBK Demi Lulus Kedokteran, Terancam Blacklist PTN Seumur Hidup

Uji potongan video ceramah dilakukan dengan mengandalkan lab digital forensik milik Polri. 

"Polri memiliki Lab digital forensik yang kredibel dan tersertifikasi," ujar Kombes Budi.

 Sambil berjalan paralel, penyidik pun menyiapkan administrasi penyelidikan (mindik).

Baru kemudian dilanjutkan pemeriksaan pelapor dan saksi yang nantinya akan dijadwalkan.

"Menyiapkan mindik, meminta keterangan pelapor, saksi dan barang bukti," kata dia.

Respons Terlapor

Ade Armando dan Permadi Arya memberikan keterangan mengenai laporan yang dialamatkan kepada mereka.

Ade mengaku dirinya tidak paham dengan materi laporan yang dilayangkan pelapor.

Baca juga: Seorang ASN Tewas Ditembak dalam Serangan OPM, TNI Bantah OPM Kuasai Kota Dekai

"Saya tidak paham dengan substansi laporan mereka, kok saya dituduh memotong ceramah Pak JK sehingga menimbulkan kehebohan?" kata Ade saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (21/4/2026).

Dosen UI itu mengaku tidak melakukan pemotongan atau pengeditan video ceramah tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved