Breaking News

Berita Viral

Praktik Joki UTBK 2026 di Surabaya Terbongkar, Fakultas Kedokteran Paling Diincar

Modus operandi ini terungkap setelah tim pengawas Unesa menaruh kecurigaan pada salah satu peserta.

Tangkapan layar
JOKI UTBK - UTBK-SNBT 2026 di Jawa Timur diwarnai aksi kecurangan yang terorganisir, perjokian profesional berhasil dibongkar oleh Unesa tepat hari pertama ujian. 

Ringkasan Berita:- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil membongkar praktik perjokian tersebut tepat pada hari pertama ujian, Selasa (21/4/2026).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengonfirmasi bahwa target utama dari penggunaan joki ini adalah fakultas paling prestisius.
Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan tim supervisi Unesa, pelaku merupakan seorang pria berinisial H (23-24 tahun).

 

TRIBUN-MEDAN.com - Praktik perjokian profesional dalam Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Jawa Timur terbongkar.

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil membongkar praktik perjokian tersebut tepat pada hari pertama ujian, Selasa (21/4/2026).

Ironisnya, jasa ilegal ini disewa demi satu tujuan ambisius, kursi di Jurusan Kedokteran salah satu perguruan tinggi ternama di Jawa Timur.

Modus operandi ini terungkap setelah tim pengawas Unesa menaruh kecurigaan pada salah satu peserta.

Baca juga: Guntur Romli tak Setuju KPK Usul Batas Maksimal Jadi Ketum Parpol 2 Periode

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengonfirmasi bahwa target utama dari penggunaan joki ini adalah fakultas paling prestisius.

“Iya, kedokteran (jurusan yang diincar peserta penyewa joki), kedokteran salah satu perguruan tinggi di Jawa Timur,” ungkap Atip kepada awak media di Gedung Rektorat Unesa, Rabu (22/4/2026).

Meski identitas peserta penyewa jasa telah dikantongi, pihak berwenang masih melakukan pendalaman.

“Nanti kita akan memberikan respons setelah selesai penyelidikan. Kita masih menunggu lagi penyelidikan,” tambahnya.

Baca juga: Chelsea Tunjuk Calum McFarlane Jadi Pelatih Interim Gantikan Liam Rosenior

Pengakuan Keluarga Miskin yang Meragukan

Identitas pelaku joki pun mulai terkuak. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan tim supervisi Unesa, pelaku merupakan seorang pria berinisial H (23-24 tahun).

Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi, menyebutkan bahwa latar belakang pelaku masih simpang siur.

“Berdasarkan pengakuannya dia berasal dari Surabaya. Tapi kan pengakuannya juga berubah-ubah,” kata Martadi.

Pelaku yang diduga bukan mahasiswa aktif ini juga tidak membawa identitas resmi seperti KTP atau kartu mahasiswa saat beraksi. Menariknya, pelaku mencoba mencari simpati dengan alasan kesulitan ekonomi. Namun, Martadi mencium adanya kejanggalan pada narasi tersebut.

“Dia bilang kalau dari keluarga miskin, bapaknya meninggal, tapi saya enggak percaya karena bajunya saja bermerek, kacamatanya juga mahal,” tandas Martadi.

Baca juga: Usulan Wamendagri, Wacana Denda KTP Hilang, Bima Arya: Agar Lebih Tanggung Jawab

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved