Berita Viral

GEGARA Melawan Saat Disuruh Mandi, Gadis 15 Tahun Dibakar Pamannya Sendiri, Pelaku Melarikan Diri

Seorang perempuan remaja berusia 15 tahun diduga dibakar oleh pamannya sendiri di Kota Semarang.

TRIBUN MEDAN
MEMINTA KETERANGAN - Polisi meminta keterangan keluarga korban terkait kasus dugaan pembakaran terhadap remaja 15 tahun di kawasan Tanjungmas, Semarang Utara, Kota Semarang, Selasa (21/4/2026). Polisi tengah memburu pelaku yang diduga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang perempuan remaja berusia 15 tahun diduga dibakar oleh pamannya sendiri di Kota Semarang. 

Korban telah membuat laporan terkait kejahatan yang dialaminya. 

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi pada Sabtu (18/4/2026) sekira pukul 18.30.

Saat itu, korban yang merupakan warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, sedang dititipkan orangtuanya di rumah pamannya atau pelaku S (32), di kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas.

korban sedang duduk di depan rumah.

Situasi memanas ketika pelaku yang merupakan paman korban, adik dari ibu korban meminta korban untuk mandi.

Permintaan tersebut ditolak.

"Korban tidak mau, kemudian pelaku mengambil botol berisi cairan yang diduga bensin, disiramkan ke korban, lalu disulut menggunakan korek api,” kata Kompol Heri, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: PROJO Balas Klaim Jusuf Kalla Sebagai Penentu Kemenangan Jokowi Sebagai Presiden: Hasil Demokrasi

Baca juga: IBU S Kaget Melihat Perut Putrinya Berusia 14 Tahun Membesar, Terkuak Perbuatan Bejat Ayah Tiri

Api langsung menyambar tubuh korban.

Teriakan histerisnya memancing warga sekitar berdatangan. 

Mereka berupaya memadamkan api sebelum akhirnya korban dilarikan ke RS Pantiwilasa untuk penanganan darurat.

Meski tidak tergolong luka bakar berat, tapi dampak yang dialami korban cukup serius.

Polisi mencatat luka terdapat di bagian punggung samping hingga area pantat, serta lengan tangan.

“Tidak terlalu parah, tapi tetap ada luka bakar di beberapa bagian tubuh,” jelas Kapolsek.

Korban sempat menjalani perawatan medis dan kini telah kembali ke rumah. 

Namun kondisi psikologisnya menjadi perhatian, terlebih karena pelaku adalah kerabat dekat.

Dari hasil penelusuran polisi, korban diketahui tinggal di kawasan Tambaklorok bersama orangtuanya, namun saat kejadian sedang berada di rumah pamannya di Bandarharjo.

Peristiwa itu sempat tidak langsung terlaporkan secara resmi. 

Informasi awal justru muncul dari fasilitas kesehatan yang menerima korban dengan luka bakar pada Senin (20/4/2026) pagi.

Dari sana, aparat Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjungmas bergerak melakukan pengecekan lapangan.

Artinya, ada jeda waktu hampir dua hari sejak kejadian hingga aparat benar-benar mengetahui dugaan tindak pidana tersebut.

Kendala Penyelidikan

Kasus itu menjadi kompleks karena hubungan keluarga antara korban dan pelaku. 

Hingga kini, pelaku berinisial S (32) masih dalam pencarian.

“Pelaku masih kami cari. Motif juga masih dalam pendalaman,” tegas Kompol Heri.

Lebih jauh, polisi mengakui adanya hambatan dalam menggali keterangan. 

Korban dan keluarganya disebut masih ragu untuk memberikan pernyataan terbuka.

“Terdapat rasa takut. Ini kan pamannya sendiri, jadi ketika dimintai keterangan masih ragu-ragu,” ujarnya.

Bahkan, hingga saat ini laporan resmi dari pihak keluarga belum sepenuhnya lengkap, meskipun polisi sudah menindaklanjuti laporan masyarakat.

Polisi: Proses Hukum Tetap Berjalan

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Agung Setiyo Budi menegaskan bahwa aparat tidak akan berhenti pada penanganan awal semata.

“Kehadiran polisi tidak hanya untuk respons cepat, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perlindungan dan akses keadilan,” kata dia.

Polisi juga telah memberikan pendampingan kepada keluarga serta mendorong pelaporan resmi ke Polsek Semarang Utara agar proses hukum dapat berjalan maksimal.

Menurut Kompol Agung, penanganan kasus kekerasan dalam keluarga harus dilakukan secara profesional dan transparan, meski seringkali menghadapi dinamika emosional di dalam keluarga itu sendiri.

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di tribun-jateng.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved