Berita Viral

PROJO Balas Klaim Jusuf Kalla Sebagai Penentu Kemenangan Jokowi Sebagai Presiden: Hasil Demokrasi

Relawan Projo menanggapi pernyataan Jusuf Kalla yang mengklaim sangat berperan dalam kemenangan Jokowi sebagai presiden.

Tribunnews.com
KASUS IJAZAH JOKOWI - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla usai melaporkan dugaan pencemaran nama baik di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Jusuf Kalla meyakini jika ijazah milik Jokowi sendiri sejatinya asli. Untuk itu, ia menyarankan agar Jokowi segera memperlihatkan ijazahnya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUN-MEDAN.com - Relawan Projo menanggapi pernyataan Jusuf Kalla yang mengklaim sangat berperan dalam kemenangan Jokowi sebagai presiden. 

Sekjen Projo, Freddy Damanik, menegaskan bahwa kemenangan tersebut merupakan manifestasi kehendak rakyat, bukan hasil dominasi peran individu tertentu.

Freddy menyampaikan bahwa pihaknya tetap menaruh hormat kepada Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia.

Ia mengakui keterlibatan Kalla dalam kontestasi politik, khususnya dalam Pilpres 2014, sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sah.

Namun demikian, Freddy menekankan bahwa demokrasi tidak dibangun di atas figur tunggal.

Ia menyebut kemenangan Joko Widodo tidak dapat dilepaskan dari kepercayaan publik yang luas, yang tumbuh dari rekam jejak kepemimpinan yang merakyat, kerja nyata, serta kedekatan dengan berbagai lapisan masyarakat.

Baca juga: IBU S Kaget Melihat Perut Putrinya Berusia 14 Tahun Membesar, Terkuak Perbuatan Bejat Ayah Tiri

Baca juga: TERBONGKAR Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai Rizal di Medan, KPK Sita Rp 2 Miliar dan Logam Mulia

Dalam konteks tersebut, Projo melihat bahwa keberhasilan Jokowi merupakan hasil kerja kolektif banyak elemen bangsa, mulai dari relawan, partai politik, hingga masyarakat luas yang memberikan mandat melalui proses pemilu yang demokratis.

Oleh karena itu, narasi yang menyederhanakan kemenangan politik menjadi klaim personal dinilai tidak mencerminkan semangat demokrasi Indonesia.

Freddy juga mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik dari polarisasi narasi yang berpotensi mereduksi makna demokrasi.

Ia mengajak seluruh pihak untuk merawat diskursus kebangsaan secara sehat, dengan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem demokrasi.

“Demokrasi Indonesia adalah milik rakyat. Setiap kemenangan dalam proses tersebut adalah kemenangan bersama, bukan milik individu,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi bagian dari respons atas berkembangnya perdebatan publik mengenai peran figur dalam kemenangan politik, sekaligus menegaskan kembali posisi relawan Projo dalam memaknai proses demokrasi di Indonesia sebagai kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak.

Baca juga: Sekkab di Maluku Utara Dilaporkan Istri Dugaan Bermain Judi Online, Lela: Saya Sangat Malu

Baca juga: Pacaran Tunjukkan Slip Gaji, Rully Malah tak Beri Boiyen Uang Setelah Menikah: Nafkah Saya Sendiri

(*/tribun-medan.com)

Artikel sudah tayang di wartakota.com

Sumber: Warta kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved