Makan Bergizi Gratis

Penjelasan Kepala BGN Dadan Hindayana soal Heboh Proyek IT Senilai Rp 1,2 Triliun

Anggaran BGN kembali jadi sorotan publik. Beredar di medsos, BGN mengalokasikan anggaran untuk IT hingga Rp 1,2 triliun.

Editor: Juang Naibaho
Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Dadan buka suara terkait anggaran BGN untuk IT yang disebut mencapai Rp 1,2 triliun. (Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan) 

TRIBUN-MEDAN.com - Penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali jadi sorotan publik.

Beredar di media sosial (medsos), BGN mengalokasikan anggaran untuk IT hingga Rp 1,2 triliun.

Proyek IT yang dimaksud adalah Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) serta managed service sarana IT dan Internet of Things (IoT).

Merespons hal tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pemilihan mitra strategis dan penggunaan anggaran pada tahun anggaran 2025 dilakukan dengan pengawasan ketat serta mengacu pada regulasi.

"Keterlibatan Perum PERURI dalam program strategis ini adalah langkah terintegrasi negara. Perlu ditegaskan bahwa PERURI telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security," ucap Dadan, dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026). 

Menurut Dadan, keterlibatan PERURI sesuai dengan mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2019 yang memberikan wewenang kepada PERURI sebagai penyedia solusi digital sekuriti bagi instansi pemerintah. 

Status PERURI sebagai GovTech Indonesia berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2023 menjadi alasan utama mengapa lembaga ini dipercaya mengelola transformasi digital nasional (SPBE). 

"Seluruh proses kerja sama dengan BGN dijalankan secara transparan, sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG)," tutur Dadan. 

Baca juga: ALASAN Polisi Jaga Kantor  PT Yasa Artha Trimanunggal, Pemenang Tender Motor Listrik BGN

Dia berujar tidak ada celah bagi penyimpangan karena ini menyangkut kedaulatan data gizi rakyat Indonesia. 

Dari pagu anggaran yang tersedia, kata Dadan, realisasi saat ini dialokasikan untuk dua kebutuhan krusial. 

"Pertama pengembangan aplikasi SIPGN yang mencakup berbagai modul dengan kisaran nilai Rp 550 miliar," ucap dia. 

Kedua, anggaran dialokasikan untuk penyediaan layanan managed service perangkat IoT dengan kisaran nilai sebesar Rp 199 miliar.

Terkait isu teknis pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang dipertanyakan publik, Dadan memastikan bahwa setiap tahapan administrasi tetap berjalan dalam koridor hukum. 

"BGN berkomitmen agar sistem SIPGN dan layanan IoT ini dapat segera beroperasi maksimal untuk memastikan distribusi gizi tepat sasaran dan dapat dipantau secara real-time," tandas dia.

Baca juga: FANTASTIS Kekayaan Kepala BGN Dadan Disorot Tajam di Tengah Polemik 20 Ribu Unit Motor Listrik

Anggaran BGN Tuai Kritikan Publik

Bukan kali ini saja anggaran BGN mendapat sorotan publik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved