Makan Bergizi Gratis
LAGI Anggaran BGN Jadi Sorotan, Bayar Jasa EO Rp 113,9 Miliar, Ini Penjelasan Dadan Hindayana
Setelah motor listrik Rp1,2 triliun dan kaos kaki Rp6,9 miliar, kini muncul penggunaan anggaran BGN Rp 113 miliar untuk EO
TRIBUN-MEDAN.com - Satu per satu penggunaan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap menghambur-hamburkan uang negara, mencuat ke publik.
Setelah pembelian motor listrik Rp 1,2 triliun dan kaos kaki Rp 6,9 miliar atau sekitar Rp 100 ribu/pasang, kini muncul penggunaan anggaran Rp 113,9 miliar untuk membayar Event Organizer (EO).
Seorang pengguna X, membagikan cuitan membuka anggaran ini pada 11 April 2026. Selain cuitan, dibeberkan juga daftar 16 perusahaan EO yang mendapatkan tender atau kontrak dari BGN.
"Rp113,9 miliar anggaran publik digelontorkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membayar jasa Event Organizer (EO)... data PBJP mencatat 31 paket pekerjaan dengan total kontrak mencapai Rp113.916.541.381, tersebar ke 16 perusahaan," tulis @ferizandra.
Tak heran, publik menanyakan kaitan anggaran tersebut dengan makan bergizi yang diterima masyarakat, yang notabene menjadi inti program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: HEBOH Penggunaan Anggaran BGN: Beli Kaos Kaki Rp6,9 Miliar hingga Motor Listrik Rp1,2 Triliun
Penjelasan Dadan Hindayana
Merespons hal tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, keterlibatan EO merupakan kebutuhan strategis bagi lembaganya yang masih dalam tahap awal pembentukan sistem dan tata kelola operasional.
“Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional,” kata Dadan, dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).
“Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri,” tambah dia.
Menurut Dadan, pelaksanaan acara, kampanye publik, dan sosialisasi nasional yang kompleks membutuhkan dukungan tenaga profesional.
EO dinilai memiliki keahlian yang saat ini belum sepenuhnya dimiliki BGN.
“Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu,” ujar dia.
“EO memiliki keahlian khusus dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan, koordinasi vendor, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko operasional. Hal-hal ini membutuhkan pengalaman dan tim yang solid yang secara realistis belum sepenuhnya dimiliki oleh BGN di fase awal pembentukannya,” tambah dia.
Selain aspek teknis, pelibatan EO juga dinilai membantu penataan administrasi dan keuangan agar lebih rapi.
Dengan pihak ketiga, proses pengadaan, pembayaran vendor, hingga pelaporan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.
“Hal ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis,” ujar Dadan.
anggaran BGN dihambur-hamburkan
Dadan Hindayana
anggaran BGN untuk EO
makan bergizi gratis
Siapkan Bahan Makan Bergizi Gratis
BGN bayar EO 113 miliar
| Kantor Pemenang Tender Motor Listrik BGN Dijaga Ketat, Sampai Ada Apel Polisi |
|
|---|
| HEBOH Penggunaan Anggaran BGN: Beli Kaos Kaki Rp6,9 Miliar hingga Motor Listrik Rp1,2 Triliun |
|
|---|
| Komisi IX DPR Buka Opsi Panggil BGN, Dianggap Hamburkan Uang Beli Motor Listrik 21.800 untuk SPPG |
|
|---|
| VIRAL Siswa Ramai-ramai Kembalikan MBG, Berujung SPPG Desa Citeureup Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Penjelasan Kepala BGN Dadan Terkait Puluhan Ribu Sepeda Motor untuk SPPG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jasa-EO-BGN.jpg)