Makan Bergizi Gratis

Kantor Pemenang Tender Motor Listrik BGN Dijaga Ketat, Sampai Ada Apel Polisi

Kantor PT Yasa Artha Trimanunggal berada di kawasan pemukiman padat Jalan Indraloka II, Grogol, Jakarta Barat.

Editor: Juang Naibaho
Tribunnews.com
MOTOR LISTRIK MBG - Sejumlah polisi berjaga di depan kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026). Perusahaan pemenang pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN) ini terpantau tertutup rapat dengan aktivitas yang sangat minim. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti) 

TRIBUN-MEDAN.com - Badan Gizi Nasional (BGN) kembali jadi sorotan publik setelah terungkapnya pengadaan puluhan ribu motor listrik untuk kepala SPPG.

Total BGN membeli 21.800 motor listrik yang menghabiskan uang negara alias uang rakyat sekitar Rp 1,2 triliun.

Adapun motor listrik itu dibeli seharga Rp 42 juta per unit.

Sontak, kritikan pedas dari warganet memenuhi media sosial (medsos). BGN dianggap cuma menghambur-hamburkan uang negara.

Selain mengkritisi kinerja BGN, publik menyoroti perusahaan pemenang pengadaan puluhan ribu sepeda motor listrik tersebut, yakni PT Yasa Artha Trimanunggal.

Dilansir Tribunnews.com, kantor PT Yasa Artha Trimanunggal berada di kawasan pemukiman padat Jalan Indraloka II, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Aparat kepolisian bersama seorang anggota Babinsa mulai berkumpul sejak pukul 13.00 WIB.

Pemandangan kontras terlihat saat sejumlah polisi, baik berseragam maupun berpakaian sipil, melakukan apel di jalan kecil yang dipimpin oleh seorang perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Usai apel, para personel kembali menyebar di sekitar perusahaan dan berjaga di dekat sebuah warung kelontong.

Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan personel dalam jumlah banyak di lokasi tersebut, AKP Madi memberikan jawaban singkat.

"Ada pengamanan," ujarnya di lokasi, Jumat siang.

Hingga pukul 15.42 WIB, petugas terpantau masih berada di depan gedung perusahaan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi satu per satu.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Twedi Aditya dan Kapolsek Grogol Petamburan AKP Reza Aditya belum memberikan respons terkait detail alasan pengamanan ketat tersebut.

Baca juga: HEBOH Penggunaan Anggaran BGN: Beli Kaos Kaki Rp6,9 Miliar hingga Motor Listrik Rp1,2 Triliun

Aktivitas Terbatas dan Sorotan Publik

Kondisi kantor PT Yasa Artha Trimanunggal sendiri terpantau tertutup rapat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hanya sesekali terlihat sejumlah orang keluar-masuk dari bangunan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved