Berita Nasional

Potensi Mandeknya Negosiasi Damai Putaran Kedua, Pantas Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran dikabarkan belum menyetujui rencana putaran kedua negosiasi dengan Washington karena menilai tuntutan

Kompas.com
Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.(Chat GPT) 

Data dari situs yang sama juga menunjukkan, pada Jumat malam sejumlah kapal sempat bergerak menuju selat, tetapi berbalik arah setelah ketidakpastian kembali meningkat.

Pada Sabtu pukul 09.00 GMT (16.00 WIB), beberapa kapal telah sepenuhnya melintasi Selat Hormuz ke dua arah.

Meski demikian, sedikitnya dua kapal tanker yang berlayar ke timur dari Teluk menuju India setelah memuat kargo di pelabuhan Uni Emirat Arab (UEA), tampak berbalik dan membatalkan perjalanan mereka.

Situasi itu terjadi ketika gencatan senjata dua pekan dalam perang AS-Israel melawan Iran hanya menyisakan empat hari lagi sebelum berakhir.

Perang tersebut dimulai pada 28 Februari, saat Washington dan sekutunya melancarkan serangan terhadap Iran.

Meski waktu menuju akhir masa gencatan senjata makin sempit, Trump tetap menunjukkan keyakinan bahwa kesepakatan damai bisa segera tercapai.

Ia bahkan menyebut Jumat sebagai hari yang “HEBAT DAN BRILIAN”, serta mengunggah serangkaian pesan di media sosial yang memuji Pakistan sebagai mediator.

Pakistan memang mencuat sebagai salah satu aktor kunci proses diplomasi AS-Iran selama perang berlangsung.

Kepala militer Pakistan yang berpengaruh besar, Marsekal Lapangan Asim Munir, pada Sabtu menuntaskan kunjungan tiga hari ke Iran yang bertujuan mengamankan kesepakatan damai.

Dalam kunjungan itu, Munir bertemu dengan para pimpinan tertinggi Iran.

Pada saat yang sama, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melawat ke Arab Saudi, Qatar, dan Turkiye guna mendorong proses perdamaian.

Islamabad sebelumnya juga menjadi tuan rumah putaran maraton pembicaraan damai langsung AS-Iran pada akhir pekan lalu, yang dihadiri Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance.

Putaran kedua perundingan dijadwalkan berlangsung di ibu kota Pakistan pekan depan.

Di tengah perkembangan ini, ada sinyal bahwa gencatan senjata dua minggu masih bertahan.

Badan penerbangan sipil Iran menyatakan bahwa wilayah udara negaranya telah dibuka kembali.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved