Berita Nasional

Dituduh Menista Agama, Jusuf Kalla: Saya Bicara di Kalangan Islam

JK menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyinggung atau menistakan ajaran agama mana pun.

Kompas.com
Ketua PMI Jusuf Kalla seusai meninjau gudang logistik PMI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/12/2025).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI) 

TRIBUN-MEDAN.com - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla akhirnya buka suara terkait ceramahnya yang viral dan menuai polemik di publik.

Dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, JK menegaskan bahwa pernyataannya tidak bermaksud menyinggung atau menistakan ajaran agama mana pun.

“Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak,” tegas JK.

Ia menjelaskan, konteks ceramah tersebut merujuk pada konflik komunal yang pernah terjadi di Ambon dan Poso, dua wilayah yang pernah dilanda kekerasan berlatar belakang SARA antara umat Islam dan Kristen.

Menurut JK, konflik tersebut justru menunjukkan pelanggaran terhadap ajaran agama oleh pihak-pihak yang terlibat.

KETUA DMI- Jusuf Kalla, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga mantan Wakil Presiden Indonesia. Saat ini mencuat isu sengketa lahan Jusuf Kalla dengan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD).
KETUA DMI- Jusuf Kalla, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang juga mantan Wakil Presiden Indonesia. Saat ini mencuat isu sengketa lahan Jusuf Kalla dengan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD). (Instagram @jusufkalla)

JK menjelaskan, pernyataannya dalam ceramah itu bertujuan mengkritik cara pandang sebagian pihak yang membenarkan kekerasan atas nama agama.

"Tentang kenapa mereka saling membunuh? Kenapa mereka saling membunuh? Ada enggak (ajaran) Islam dan Kristen? Tidak ada. Jadi mereka semua melanggar ajaran agama," jelasnya.
 
Ia menuturkan, dalam ceramah tersebut dirinya berbicara di hadapan kalangan Muslim, sehingga menyinggung cara pandang yang berkembang di kedua kelompok.

"Artinya karena saya bicara di kalangan Islam, sehingga saya katakan semua pihak, jadi artinya Islam dan Kristen juga berpikir begitu," tutur JK.
 
JK kembali menegaskan bahwa ucapannya tidak ditujukan untuk menggeneralisasi ajaran agama tertentu. Ia hanya menggambarkan realitas pemahaman sebagian pihak dalam konflik.

Sebagai informasi, video ceramah  JK disampaikan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 5 Maret 2026.

Jokowi jadi Presiden karena Saya

Jusuf Kalla mengklaim dirinya punya peran besar dalam karier politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

JK mengaku, dirinya yang membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta hingga menjadi Presiden RI.

"Apa kurangnya saya coba? Saya yang bawa ke Jakarta. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Jokowi jadi presiden karena saya," kata JK dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).

Termul adalah singkatan dari Ternak Mulyono, sebuah istilah gaul politik yang sering digunakan di media sosial Indonesia sebagai sindiran atau kritik terhadap pendukung atau loyalis Jokowi.

 
JK sekali lagi menegaskan, jika dirinya punya banyak peran dalam membantu Jokowi menjajaki karier politik dari Solo hingga ke Jakarta. "Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa,"ucapnya kembali.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved