Berita Nasional
Potensi Mandeknya Negosiasi Damai Putaran Kedua, Pantas Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Teheran dikabarkan belum menyetujui rencana putaran kedua negosiasi dengan Washington karena menilai tuntutan
TRIBUN-MEDAN.com - Upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu.
Teheran dikabarkan belum menyetujui rencana putaran kedua negosiasi dengan Washington karena menilai tuntutan yang diajukan terlalu berat.
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, seorang sumber menyebut Iran telah menyampaikan penolakannya melalui perantara Pakistan.
“Kami memberi tahu pihak AS tentang ketidaksepakatan kami untuk putaran kedua melalui perantara Pakistan,” kata sumber tersebut, dilansir dari Kompas.com.
Sumber yang sama juga menegaskan bahwa Iran menganggap sebagian tuntutan Amerika Serikat tidak realistis.
Pencabutan tuntutan tersebut disebut menjadi syarat utama agar pembicaraan dapat dilanjutkan.
Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan tidak ingin terjebak dalam proses negosiasi yang berlarut-larut tanpa hasil konkret.
Sikap ini menunjukkan kehati-hatian Teheran dalam menghadapi dinamika diplomatik yang dinilai tidak seimbang.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyampaikan bahwa pembahasan lanjutan baru bisa dilakukan jika kedua pihak telah menyepakati kerangka kerja bersama.
“Sampai kita menyepakati kerangka kerjanya, kita tidak bisa menetapkan tanggalnya,” tutur Khatibzadeh.
Ia juga menekankan bahwa setiap kesepakatan harus tetap menjamin hak Iran sesuai hukum internasional.
“Iran tidak akan menerima untuk menjadi pengecualian dari hukum internasional atau untuk meninggalkan hak-haknya”, tegasnya.
Ketegangan ini turut berdampak pada situasi di Selat Hormuz.
Iran kembali menutup jalur strategis tersebut hanya beberapa jam setelah sempat membukanya sebagai bagian dari upaya negosiasi.
Penutupan dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dengan alasan Amerika Serikat dinilai melanggar komitmen dalam proses diplomasi, termasuk masih mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal Iran.
| Harga BBM Nonsubsidi Naik Dratis Sejak April 2026, Menteri ESDM Bahlil: Stok Kita Aman |
|
|---|
| Dituduh Menista Agama, Jusuf Kalla: Saya Bicara di Kalangan Islam |
|
|---|
| 3 Kriteria Menteri yang Diprediksi Didepak Prabowo, Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat |
|
|---|
| Resmi! 18 April 2026 BBM Naik Gila-gilaan, Pertamax Turbo Tembus Rp 19.400 |
|
|---|
| Harta Kekayaan Hery Susanto, Ketua Ombudsman Tersingkat dalam Sejarah Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perundingan-Iran-dan-AS.jpg)