Berita Nasional

Potensi Mandeknya Negosiasi Damai Putaran Kedua, Pantas Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran dikabarkan belum menyetujui rencana putaran kedua negosiasi dengan Washington karena menilai tuntutan

Kompas.com
Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.(Chat GPT) 

TRIBUN-MEDAN.com - Upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu.

Teheran dikabarkan belum menyetujui rencana putaran kedua negosiasi dengan Washington karena menilai tuntutan yang diajukan terlalu berat.

Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera, seorang sumber menyebut Iran telah menyampaikan penolakannya melalui perantara Pakistan.

“Kami memberi tahu pihak AS tentang ketidaksepakatan kami untuk putaran kedua melalui perantara Pakistan,” kata sumber tersebut, dilansir dari Kompas.com.

Sumber yang sama juga menegaskan bahwa Iran menganggap sebagian tuntutan Amerika Serikat tidak realistis.

Pencabutan tuntutan tersebut disebut menjadi syarat utama agar pembicaraan dapat dilanjutkan.

Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan tidak ingin terjebak dalam proses negosiasi yang berlarut-larut tanpa hasil konkret.

Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi wafat dalam serangan AS-Israel, Senin (6/4/2026).(Wikimedia Commons/Khamenei.ir)
Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi wafat dalam serangan AS-Israel, Senin (6/4/2026).(Wikimedia Commons/Khamenei.ir) (Kompas.com)

Sikap ini menunjukkan kehati-hatian Teheran dalam menghadapi dinamika diplomatik yang dinilai tidak seimbang.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menyampaikan bahwa pembahasan lanjutan baru bisa dilakukan jika kedua pihak telah menyepakati kerangka kerja bersama.

“Sampai kita menyepakati kerangka kerjanya, kita tidak bisa menetapkan tanggalnya,” tutur Khatibzadeh.

Ia juga menekankan bahwa setiap kesepakatan harus tetap menjamin hak Iran sesuai hukum internasional.

“Iran tidak akan menerima untuk menjadi pengecualian dari hukum internasional atau untuk meninggalkan hak-haknya”, tegasnya.

Ketegangan ini turut berdampak pada situasi di Selat Hormuz.

Iran kembali menutup jalur strategis tersebut hanya beberapa jam setelah sempat membukanya sebagai bagian dari upaya negosiasi.

Penutupan dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC dengan alasan Amerika Serikat dinilai melanggar komitmen dalam proses diplomasi, termasuk masih mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal Iran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved