Berita Nasional

Potensi Mandeknya Negosiasi Damai Putaran Kedua, Pantas Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

Teheran dikabarkan belum menyetujui rencana putaran kedua negosiasi dengan Washington karena menilai tuntutan

Kompas.com
Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.(Chat GPT) 

Dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, disebutkan bahwa jalur pelayaran tersebut kini kembali berada di bawah pengawasan ketat militer.

“Jalur air strategis ini sekarang berada di bawah pengelolaan dan pengawasan ketat oleh angkatan bersenjata,” demikian pernyataan yang dikutip dari siaran televisi pemerintah Iran.

Iran juga menegaskan bahwa status Selat Hormuz akan tetap dikontrol secara ketat hingga Amerika Serikat memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang terkait dengan Iran.

Selat Hormuz Kembali Ditutup

SELAT HORMUZ - Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, menjadi titik vital distribusi sekitar sepertiga ekspor minyak dunia. Ketegangan di kawasan ini berpotensi memicu gejolak harga energi global dan berdampak hingga ke Indonesia.
SELAT HORMUZ - Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, menjadi titik vital distribusi sekitar sepertiga ekspor minyak dunia. Ketegangan di kawasan ini berpotensi memicu gejolak harga energi global dan berdampak hingga ke Indonesia. (TRIBUN MEDAN/DOK GOOGLE MAPS)

Militer Iran kembali menyatakan Selat Hormuz ditutup pada Sabtu (18/4/2026), hanya beberapa jam setelah mengumumkan jalur pelayaran strategis itu dibuka kembali.

Langkah terbaru Teheran ini menambah ketidakpastian di tengah optimisme Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sehari sebelumnya menyebut kesepakatan damai untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran sudah sangat dekat.

Sebelumnya, pada Jumat (17/4/2026), Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz dibuka setelah tercapainya gencatan senjata di Lebanon guna menghentikan perang Israel dengan Hizbullah.

Kabar pembukaan selat itu sempat memicu euforia di pasar global dan mendorong harga minyak turun tajam.

Namun, situasi kembali berubah setelah Trump menegaskan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berjalan sampai kesepakatan tercapai.

Teheran lalu kembali mengancam akan menutup Selat Hormuz.

Setelahnya? Pada Sabtu pagi, stasiun televisi Pemerintah Iran yang mengutip komando pusat militer melaporkan, “Pengendalian Selat Hormuz telah kembali ke status sebelumnya.”

Mereka menambahkan, jalur itu kini berada di bawah manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata.

Militer Iran juga menyalahkan berlanjutnya blokade AS sebagai alasan di balik penutupan kembali Selat Hormuz.

Pengumuman itu muncul ketika situs pelacakan maritim menunjukkan, sejumlah kapal komersial tetap berupaya melintasi jalur air sempit tersebut.

Beberapa kapal terlihat mendekati perairan teritorial Iran sesuai instruksi Teheran.

Sebagian kapal bahkan menyiarkan identitas mereka sebagai kapal India atau China, yang tampaknya dilakukan untuk menegaskan posisi netral mereka di tengah konflik.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved