Kasus Ijazah Jokowi

Dapat SP3, Rismon Sianipar Kini Kuliti Roy Suryo: Itu Pembohongan Publik yang Terus Diulang

Padahal, menurut Rismon, Roy Suryo tidak pernah mempelajari mata kuliah yang berkaitan dengan penelitian forensik digital

TRIBUN MEDAN
BUKU JOKOWI - Rismon Sianipar secara terbuka menyebut bahwa pakar telematika Roy Suryo hanya menulis sekitar 50 halaman dari total keseluruhan buku yang mencapai kurang lebih 700 halaman. 

"Makanya ketika kalian tanya tentang 49 halaman dia pasti menghindar. Tapi kan bukan begitu caranya nanti di pengadilan dibandingkan berapa halaman?"

"Jadi bukan begitu nanti di pengadilan memang dia bisa menghindar dengan segala macam tuduhannya. Dia akan dicecar gitu loh," imbuh Rismon.

Rismon kembali menegaskan bahwa klaim Roy Suryo soal ijazah Jokowi 99,9 persen palsu itu hanyalah pembohongan publik yang terus diulang.

"Oleh karena itu pembohongan publik yang terus diulang-ulang seolah-olah dia dewa yang tidak pernah salah. Ya, sekali lagi saya ungkapkan dia dewa yang tidak pernah salah. Pakar yang paling pakar se-Indonesia ya. Dan itu dipercaya publik."

"Menurut kalian benar enggak seperti itu? Kita bukan masalah benci atau tidak benci, tetapi tempatkan hasil penelitian itu di ruang penelitian. Siap enggak?" tutur Rismon.

Roy Suryo Tegaskan Dirinya Jadi Ahli di Berbagai Kasus

Roy Suryo menanggapi Rismon yang menyebut dirinya tidak layak disebut sebagai seorang peneliti.

Ketidaklayakan ini diungkap Rismon berdasarkan tidak adanya hasil penelitian Roy Suryo yang terindeks oleh Google Scholar.

Google Scholar adalah mesin pencari atau search engine yang digunakan untuk menemukan literatur akademis seperti jurnal, makalah, tesis, hingga laporan teknis.

Roy menegaskan ketika seseorang dianggap sebagai seorang ahli, indikator satu-satunya bukanlah saat tulisannya terindeks oleh Google Scholar.

Menurutnya, statusnya yang sudah beberapa kali menjadi saksi ahli dalam persidangan hingga pembicara cukup menjadi faktor utama.

"Kalau ada orang mempertanyakan kredibilitas saya, ya saya senyum saja. Sudah puluhan tahun saya menjadi ahli di berbagai kasus dan persidangan, berbagai tulisan, berbagai seminar, kan nggak mesti semuanya dijawab di Google Scholar. Itu standar apa?" ujar Roy dikutip dari program Zoomcast di YouTube Kompas TV, Jumat (17/4/2026).

Roy menekankan faktor utama yang membuat seseorang layak disebut peneliti yakni memiliki integritas.

Dia menganggap Rismon tidak memiliki faktor tersebut.

"Yang paling penting itu apa? Integritas. Orang nggak punya integritas, orang yang berani berbohong pada dirinya sendiri, orang lain, dan bahkan berbohong kepada Tuhan atau Allah SWT. Anggap saja dia (Rismon) sudah end game," katanya.

(Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved