Berita Viral

Hindari Selat Hormuz, Arab Saudi dan Mesir Diam-diam Bangun Koridor Baru untuk Logistik Energi

70 persen pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.

Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN MEDAN/X @ChinaNow24
Aktivitas maritim di Selat Hormuz menurun 70 persen sejak diblokade Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada 28 Februari 2026 lalu. 

Dalam pernyataan disiarkan stasiun televisi Iran, kepala pusat komando militer IRGC mengatakan bahwa jika AS terus memblokade dan "menciptakan ketidakamanan bagi kapal komersial dan tanker Iran", itu juga akan menjadi awal dari pelanggaran gencatan senjata.

"Angkatan Bersenjata dari Republik Islam Iran tidak akan memperbolehkan ekspor dan important berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Ali Abdollahi.

Abdollahi menambahkan bahwa Iran akan "bertindak secara tepat untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan kepentingannya".

AS telah menerapkan blokade martim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin (13/4/2026), menyusul gagal tercapainya kesepakatan perundingan AS-Iran di Islamabad, Pakistan pada akhir pekan lalu.

Namun pada Rabu, Tasnim mengutip seorang sumber anonim mengatakan bahwa ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan Iran di wilayah selatan tetap berlangsung.

"Kapal komersial Iran tetap berlayar dengan berbagai tujuan di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir," kata sumber tersebut.

(*/Tribun-medan.com)

Baca juga: AS Tegaskan Gempur Iran Lagi Jika Tolak Ajakan Damai, Ancam Blokade dan Bom Infrastruktur Energi

Baca juga: Nasib Ratusan WNI di Iran dan Lebanon Masih Bertahan, Ada Mahasiswa dan Pekerja Migran

Baca juga: 3 Hari AS Blokade Total Pelabuhan Iran, Teheran Kini Ajukan Proposal Baru soal Selat Hormuz

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved