Berita Internasional

AS Tegaskan Gempur Iran Lagi Jika Tolak Ajakan Damai, Ancam Blokade dan Bom Infrastruktur Energi

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan pasukan militer AS siap kembali melakukan operasi tempur

Kolase Tribun/kompas
AS SERANG IRAN: Kolase Presiden AS Donald Trump dan konflik Iran vs Israel. Trump mengumumkan pihaknya telah melakukan serangan terhadap 3 fasilitsa nuklir Iran 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah Amerika Serikat kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran jika Teheran menolak menyetujui kesepakatan damai dan pembatasan program nuklir.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan pasukan militer AS siap kembali melakukan operasi tempur besar terhadap Iran dalam waktu singkat.

Bahkan, AS disebut telah menyiapkan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari Iran sebagai bagian dari tekanan agar Teheran mau menerima perjanjian damai.

“Iran, Anda bisa memilih masa depan yang makmur dan kami berharap Anda melakukannya demi rakyat Iran,” kata Hegseth dalam pengarahan di Pentagon.

“Namun jika Iran membuat pilihan yang buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi,” tegasnya. 

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, juga menyatakan pasukan Negeri Paman Sam siap melanjutkan operasi tempur besar sewaktu-waktu.

Ia mengatakan kapal Angkatan Laut AS akan mengejar kapal berbendera Iran atau kapal lain yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran.

“Kapal-kapal yang mencoba menerobos blokade akan dicegat dan diperingatkan. Jika tidak mematuhi blokade, kami akan menggunakan kekerasan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintahan Presiden Donald Trump tetap optimistis kesepakatan damai dengan Iran masih dapat tercapai.

Trump sebelumnya menyebut perang antara AS dan Iran hampir berakhir dan perundingan damai akan kembali dilanjutkan di Islamabad, Pakistan.

Namun, Washington juga mengingatkan bahwa tekanan ekonomi hingga ancaman militer akan ditingkatkan bila Iran tetap menolak syarat penghentian program nuklirnya. 

Upaya mediasi terus dilakukan oleh Pakistan. Delegasi tingkat tinggi Pakistan yang dipimpin oleh Asim Munir disebut telah bertemu dengan pejabat tinggi Iran guna menyampaikan pesan dari AS terkait peluang tercapainya kesepakatan baru.

Salah satu kendala utama dalam perundingan ialah durasi penghentian pengayaan uranium Iran dan nasib cadangan uranium yang telah diperkaya milik Teheran. 

Kirim Ribuan Pasukan Tambahan

Perang di Timur Tengah semakin panas setelah ribuan pasukan Amerika Serikat (AS), dikabarkan sudah mendekat ke wilayah Iran.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved