Perang AS dan Israel vs Iran

3 Hari AS Blokade Total Pelabuhan Iran, Teheran Kini Ajukan Proposal Baru soal Selat Hormuz

Pemerintah Iran dilaporkan menawarkan proposal baru dalam negosiasi dengan AS terkait situasi di Selat Hormuz.

Editor: Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN/WIKIMEDIA COMMONS
Pemerintah Iran dilaporkan menawarkan proposal baru dalam negosiasi dengan AS terkait situasi di Selat Hormuz. 

TRIBUN-MEDAN.com - Blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz yang menutup total akses ke pelabuhan-pelabuhan Iran, sudah berlangsung tiga hari.

Blokade dilaporkan berlaku efektif mulai Senin (13/4/2026) pukul 10:00 Eastern Time (ET) atau sekitar pukul 21.00 WIB.

Kini Pemerintah Iran dilaporkan menawarkan proposal baru dalam negosiasi dengan AS terkait situasi di Selat Hormuz.

Proposal tersebut adalah Teheran disebut bersedia mengizinkan kapal-kapal melintas dengan bebas di wilayah perairan Oman tanpa risiko serangan, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (16/4/2026).

Langkah ini diajukan sebagai bagian dari kesepakatan untuk mencegah konflik baru, asalkan kesepakatan akhir dapat dicapai untuk mengakhiri konflik. 

Konflik di Timur Tengah dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. 

Iran pun membalas serangan dan menutup Selat Hormuz, jalur yang menangani sekitar 20 persen aliran minyak dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dunia. 

Selat Hormuz merupakan jalur air sempit sepanjang 34 kilometer yang menghubungkan kawasan Teluk dengan Samudra Hindia. 

Selain rute utama bagi pasokan energi dari Timur Tengah, Selat Hormuz juga merupakan jalur krusial bagi serta komoditas penting lainnya, termasuk pupuk. 

Sejak perang pecah pada 28 Februari lalu, ratusan kapal tanker dan kapal lainnya, serta sekitar 20.000 pelaut, terjebak di dalam kawasan Teluk. 

Meski gencatan senjata selama dua minggu telah berlaku sejak 8 April dan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang hampir berakhir, kendali atas Selat Hormuz tetap menjadi isu krusial dalam meja perundingan. 

Syarat dan Detail Proposal 

Sumber yang menolak disebutkan identitasnya tersebut mengungkapkan bahwa Iran bersedia membiarkan kapal menggunakan sisi lain dari Selat Hormuz yang masuk dalam wilayah perairan Oman, tanpa hambatan dari pihak Teheran. 

Namun, proposal ini membawa catatan penting. Iran menekankan bahwa tawaran tersebut sangat bergantung pada kesiapan Washington untuk memenuhi tuntutan Tehran. 

"Proposal tersebut bergantung pada apakah Washington siap memenuhi tuntutan Tehran, sebuah kondisi yang menjadi pusat bagi setiap potensi terobosan terkait Selat Hormuz," tambah sumber tersebut.

Meski demikian, belum ada kejelasan apakah Iran juga setuju untuk membersihkan ranjau yang mungkin telah dipasang di jalur tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved