Berita Viral

KISAH PILU Sri Apriliani Gadis Yatim-Piatu Sendirian di Gubuk Reot, Putus Sekolah Tak Kuat Dibully

Sri Apriliani gadis yatim-piatu putus sekolah karena tidak kuat menahan bullyan dari teman-teman.

TRIBUN MEDAN
KISAH YATIM PIATU - Sosok Sri Apriliani gadis desa di Sukabumi yatim piatu hidup sendiri di rumah rapuh di Kampung Pasir Muncang, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi. Ia putus sekolah karena dibully akibat kondisi tangannya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sri Apriliani gadis yatim-piatu putus sekolah karena tidak kuat menahan bullyan dari teman-teman. 

Kesedihan Sri Apriliani tidak cuma tinggal sebatang kara, tetapi Sri Apriliani juga mengalami kondisi tangan yang tidak normal. 

Sri Apriliani tinggal di sebuah gubuk di di Kampung Pasir Muncang, Desa Buniwangi, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Ia ditemukan duduk seorang diri di rumah yang sudah rapuh.

Saat berdialog dengan kreator YouTube, terungkap bahwa gadis berusia 22 tahun ini yatim piatu.

Sri harus menjalani hari-harinya dalam kesendirian dan keterbatasan fisik yang membekas sejak masa kecilnya.

Pendidikan Sri terpaksa terhenti di bangku SMP kelas 2 semester 1. 

Bukan karena ia enggan belajar, melainkan ia putus sekolah karena luka batin akibat perundungan (bullying) yang dilakukan oleh teman-temannya. 

Sri dirundung karena kondisi fisik tangan kanannya yang lemah dan tidak bertenaga.

"Enggak diterusin soalnya teman-temannya pada nge-bully karena tangannya begini, enggak ada tenaganya," ungkap Sri sedih, melansir dariTribunJabar.

Baca juga: TINGKAH ASN Bobol SD, Kantor KUA, dan 6 Rumah Kosong, Beraksi Sendirian Saat Malam Hari

Baca juga: SOSOK Aris Mukiyono Kadis ESDM Jadi Tersangka Pungli Izin Tambang, Kejaksaan Temukan Bukti Dokumen

Kesedihan Sedari Kecil

Kondisi ini bermula saat ia masih kecil, ia mengalami panas tinggi atau step, dan setelah mendapatkan suntikan saat berobat, tangannya menjadi lemas hingga ia terpaksa menulis menggunakan tangan kiri. 

Selama ini, ia hanya menjalani pengobatan tradisional dan belum pernah mendapatkan penanganan medis dari dokter spesialis.

Nasib malang seolah tak berhenti merundung Sri. 

Ternyat Sri juga menyandang status yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia pada tahun 2019, disusul oleh ayahnya pada tahun 2023. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved