Berita Internasional

AS Tegaskan Gempur Iran Lagi Jika Tolak Ajakan Damai, Ancam Blokade dan Bom Infrastruktur Energi

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, menegaskan pasukan militer AS siap kembali melakukan operasi tempur

Kolase Tribun/kompas
AS SERANG IRAN: Kolase Presiden AS Donald Trump dan konflik Iran vs Israel. Trump mengumumkan pihaknya telah melakukan serangan terhadap 3 fasilitsa nuklir Iran 

Presiden AS, Donald Trump, diketahui mengirimkan ribuan pasukan tambahan.

Kedatangan pasukan tambahan AS disinyalir sebagai sinyal untuk terus menekan Iran.

Padahal, belum lama Trump mengklaim perang sudah berada di titik akhir. 

Menurut laporan Washington Post, sekitar 6.000 pasukan tambahan AS di atas kapal USS George HW Bush dan 4.200 anggota Boxer Amphibious Ready Group serta gugus tugas Korps Marinir akan memasuki medan perang pada akhir April.

Jumlah ini masih ditambah sebanyak 1.500 dan 3.000 pasukan terjun payung dari Divisi Lintas Udara ke-82.

Tepat sebelum pengumuman tersebut, dalam sebuah wawancara dengan Kepala Koresponden ABC News di Washington, Jonathan Karl, Trump menyatakan keyakinannya kalau perpanjangan gencatan senjata mungkin tidak diperlukan.

“Presiden Trump mengatakan kepada saya hari ini bahwa dia tidak berpikir untuk memperpanjang gencatan senjata. Dia tidak berpikir itu akan diperlukan,” tulis Karl dalam sebuah unggahan media sosial di X.

Trump berkata, “Saya pikir Anda akan menyaksikan dua hari yang luar biasa ke depan.”

Trump mengklaim kalau dua pilihan, baik penyelesaian lewat jalur diplomatik ataupun lanjut perang, sama-sama menjadi opsi.

Dia menambahkan, dia berharap Iran akan memilih jalur diplomatik.

"Apa pun yang terjadi, kita telah menyingkirkan kaum radikal. Mereka sudah pergi, tidak lagi bersama kita," kata Trump seperti dikutip oleh Karl dari ABC News.

Menyusul perundingan perdamaian di Islamabad yang berakhir buntu, putaran lain perundingan perdamaian direncanakan akan diadakan menjelang batas waktu 14 hari gencatan senjata yang diumumkan pada 7 April kemarin. 

Tempat perundingan sedang dipertimbangkan di Islamabad; opsi lain juga sedang dipertimbangkan.

Para analis menduga, tujuan pengerahan lebih banyak pasukan adalah untuk menerapkan blokade Selat Hormuz dan memberikan tekanan pada Iran, serta melancarkan invasi darat jika pembicaraan gagal menghasilkan hasil konkret.

"Blokade diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan daerah pesisir atau pelabuhan di Iran," kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved