Berita Viral

ISAK Tangis Taruli Simamora, Barang Anaknya yang Meninggal di Korsel Berantakan, Diduga di Bandara

Video barang-barang milik Pekerja Migran Indonesia yang meninggal dunia hilang viral di media sosial. 

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
KOPER PMI RUSAK - Orangtua almarhum Reza Valentino Simamora, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tewas di Korea Selatan pada September 2025 lalu, histeris melihat koper anaknya rusak usai tiba di Medan, Rabu (15/4/2026). Setelah ditrima pihak keluarga, ditemukan dua unit telepon seluler milik korban tak ditemukan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Video barang-barang milik Pekerja Migran Indonesia yang meninggal dunia hilang viral di media sosial. 

PMI bernama Reza Valentino Simamora meninggal di Korea Selatan pada September 2025. Rekan Reza yang juga PMI di Korea Selatan membantu memulangkan barang-barang ke Sumut.  

Namun mirisnya, barang-barang yang sudah dikemas rapi malah berantakan saat tiba di rumah orang tua Reza. 

Keluarga menduga bahwa barang-barang Reza dibongkar di Bandara. 

Mereka menuntut agar pihak bandara bertanggung jawab atas kehilangan dua ponsel milik almarhum. 

Keluarga yang penuh harap bisa melihat barang-barang peninggalan korban yang ikut dalam program Government to Government (G to G) itu, justru tertampar dengan kerusakan koper anaknya. 

Dimana, dalam video yang beredar koper yang sebelumnya dilapisi dengan perekat untuk keamanan dan juga dibungkus kardus itu, ditemukan dalam kondisi rusak.

Bahkan, saat keluarga mengecek seluruh barang milik anaknya itu ditemukan sejumlah barang terutama barang berharga seperti telepon seluler sudah raib. 

"Ini Samsung, jelas namanya Samsung. Baru dibeli. Dua HP anak saya, atas nama almarhum Reza Valentino Simamora tidak ada di tas yang sudah dipulangkan dan disampaikan kepada orang tua. Ini masih utuh sewaktu kawannya mengantarkan ke KBRI, Korea, yang diterima oleh Dedy Suprapto. Ini dia. Saya kecewa, Pak Menteri," ujar ayah Reza, Saut Tarulitua Simamora, Kamis (16/4) 2026).

Baca juga: LIVE SCORE Timnas Indonesia vs Malaysia Sedang Berlangsung Piala AFF U-17 2026

Baca juga: FERDINAND HUTAHAEAN Tuduh Pihak yang Laporkan Jusuf Kalla Sudah Disusupi Kepentingan Politik

Melihat kondisi koper anaknya yang sudah porak-poranda dimana sejumlah barang berharga juga telah hilang, Saut dan istrinya semakin pilu.

Bagaimana tidak, setelah kehilangan anak yang diharapakan dapat membanggakan di Negeri Ginseng, kini keluarga malah kembali ditampar dengan minimnya keselamatan bagi barang almarhum anaknya itu. 

Dengan kondisi ini, Saut mengaku ia bersama keluarga akan menuntut pertanggungjawaban dari pemerintah. 

"Saya akan melaporkan anda ke Komnas HAM, Ombudsman, dan ke Presiden. Ini diacak-acak tas anak saya yang sudah meninggal. Kecewa saya, kecewa. HP anak saya hilang dua, Samsung sama Redmi," katanya. 

Ia pun menduga, jika ada oknum yang melakukan pembongkaran koper milik anaknya setelah dipacking. Sehingga, ia mengaku kecewa dengan lemahnya keamanan dari pihak yang berwenang untuk memastikan barang-barang anaknya sampai dengan selamat ke Indonesia.

Baca juga: Keluarga PMI yang Tewas di Korea Histeris Terima Koper Anaknya Rusak, Sejumlah Barang Hilang

Baca juga: Dinilai Jadi Bancakan Parpol, Ketua Ombudsman RI Diharap Tak Lagi Dipilih lewat DPR

(mns/tribun-medan.com)  

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved