Berita Nasional

Kritik Prabowo untuk Kaum Terdidik Bermental Rendah Diri: Terkesima Semua yang Bersumber Asing

Presiden Prabowo menyoroti adanya kecenderungan di mana masyarakat terdidik justru lebih bangga

TRIBUN MEDAN
OPEN HOUSE LEBARAN -- Momen Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan Presiden Prabowo Subianto untuk berbagi kebahagiaan bersama masyarakat melalui gelar griya atau open house di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (21/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti fenomena mentalitas rendah diri di kalangan masyarakat berpendidikan saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Ia menilai masih banyak pihak yang cenderung lebih mengagumi produk dan budaya asing dibandingkan kekayaan nasional.

Dalam pandangannya, sikap tersebut mencerminkan apa yang dikenal dalam psikologi sebagai inferiority complex atau kompleks rendah diri.

Kondisi ini dinilai telah lama memengaruhi cara berpikir sebagian kalangan intelektual di Indonesia.

Presiden Prabowo menyoroti adanya kecenderungan di mana masyarakat terdidik justru lebih bangga terhadap budaya atau pencapaian asing dibandingkan identitas bangsa sendiri.

Menurutnya, hal ini merupakan dampak dari sifat rendah diri yang telah mengakar cukup lama.

"Sempat kita alami suatu saat di mana golongan berpendidikan dari rakyat kita terkesima oleh semua yang bersumber dari luar negeri, semua yang bersumber dari asing kita terkesima," ujar Presiden Prabowo di hadapan para pengurus dan pendekar pencak silat.

Prabowo menjelaskan fenomena ini dikenal dalam istilah psikologi sosial sebagai kompleks rendah diri yang menghambat semangat kemandirian bangsa.

Ia menilai pandangan tersebut secara tidak sadar memengaruhi cara berpikir kaum intelektual tanah air.

"Terus terang saja terjadi menurut pandangan saya suatu sifat rendah diri yang dikatakan dalam bangsa Belanda itu Minderwaardigheidscomplex, Minderwaardigheidscomplex, kompleks rendah diri. Dalam bahasa Inggris Inferiority complex, Inferiority complex," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menambahkan bahwa kecenderungan ini merambah pada preferensi terhadap asal-usul suatu karya atau nilai. 

"Di bawah sadar, sebagian besar orang-orang berpendidikan di Indonesia lebih bangga dengan yang berasal dari luar Indonesia," lanjut Prabowo.

Melalui forum olahraga bela diri tradisional tersebut, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, terutama kaum terdidik, untuk kembali menghargai budaya dan nilai-nilai luhur bangsa sendiri. 

Ia menegaskan bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kepercayaan diri dan kekuatan semangat rakyatnya.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati, bangsa yang menghormati budayanya sendiri, bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved