Breaking News

Berita Nasional

Jawaban Kepala BGN Dadan Ditanya Purbaya soal Motor Listrik MBG: Anggaran Tahun Lalu, Terlanjur

Menurut Purbaya, ia sudah menyanyakan langsung ke Kepala BGN Dadan Hindayana soal temuan yang bikin heboh ini.

TRIBUN MEDAN
MOTOR LISTRIK - Menteri Keuangan akhirnya menanyakan langsung ke Kepala BGN Dadan Hindayana soal kemunculan ribuan motor listrik untuk para pegawai di SPPG, 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Purbaya akhirnya menemukan jawaban yang utuh dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) soal kemunculan ribuan motor listrik.

Menurut Purbaya, ia sudah menyanyakan langsung ke Kepala BGN Dadan Hindayana soal temuan yang bikin heboh ini.

Sebelumnya, Dadan Dmengungkapkan posisi terkini 21.801 unit motor listrik yang dibeli untuk kebutuhan operasional program makan bergizi gratis (MBG).

Dadan bilang, saat ini ribuan sepeda motor listrik itu berada di gudang.
 
“Sekarang di gudang distributor,” kata Dadan,

Purbaya sendiri menjelaskan bahwa pengadaan kendaraan operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang pernah direncanakan, tetapi konteks waktunya sering disalahpahami publik.

Anggaran Lama yang “Terlanjur Jalan”

Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sepeda motor listrik untuk kepala SPPG
Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sepeda motor listrik untuk kepala SPPG (Istimewa)

Menurut Purbaya, pengadaan motor listrik tersebut berasal dari perencanaan tahun sebelumnya, bukan anggaran baru.

Ia bahkan langsung mengonfirmasi hal ini kepada Kepala BGN, Dadan Hindayana.

"Saya tadi tanya ke Kepala BGN. Tapi, nanti anda cek lagi ke dia, ya. Dia bilang itu memang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat terlanjur keluar.

Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi enggak ada pembelian motor listrik baru untuk program," kata Purbaya kepada awak media dikutip TribunTrends, Jumat, 10 April 2026.

Penjelasan ini menjadi kunci untuk meredam anggapan bahwa pemerintah kembali menggelontorkan dana besar untuk pengadaan baru di tahun berjalan.

Tidak Semua Disetujui: Ada yang Dipangkas

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa anggaran tersebut sebenarnya sudah melalui proses penyaringan ketat. Tidak seluruh pengajuan disetujui.

"Sebagian yang udah, kan sebagian udah keluar. Sebagian yang sisanya ditolak. Jadi dibatasin lah,"

Artinya, realisasi pengadaan yang terjadi saat ini hanyalah bagian dari rencana awal yang telah dipangkas.

Jumlah Asli: Bukan 70.000 Unit

Di sisi lain, Dadan Hindayana juga meluruskan informasi yang sempat viral soal jumlah motor.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,"

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved